Pelajari arti ADDB dan ADDM dalam kredit mobil. Pahami perbedaan, fungsi, pengaruhnya pada DP, TDP, serta skema pembiayaan kendaraan.
Masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan antara ADDM dan ADBB dalam metode pembayaran. Padahal, kedua istilah ini memiliki arti dan fungsi yang berbeda, meski sering kali disamakan saat kredit mobil.
ADDM dan ADDB merupakan istilah yang akan sering Anda temui saat mengajukan kredit mobil atau membeli kendaraan. Agar tidak keliru dalam memahami skema cicilan dan biaya yang dikenakan, penting untuk mengetahui perbedaan keduanya melalui pembahasan di bawah ini.
ADDM (Angsuran Dibayar di Muka) adalah skema pembayaran di mana cicilan bulan pertama dibayarkan di awal saat akad kredit mobil. Dengan ADDM, konsumen biasanya menyiapkan dana awal lebih besar karena angsuran sudah masuk sejak awal.
Sementara ADDB (Angsuran Dibayar di Belakang) adalah kebalikan dari ADDM, yaitu cicilan bulan pertama dibayarkan setelah satu bulan berjalan. Skema ADDB membuat pembayaran awal terasa lebih ringan karena angsuran belum langsung dibayarkan.
Kedua istilah ini umum muncul dalam simulasi kredit mobil. Perbedaan skema pembayaran ADDM dan ADDB akan memengaruhi besaran pembayaran awal yang harus disiapkan konsumen.
Berikut ini adalah perbedaan ADDM dan ADDB dalam kredit mobil yang mudah dikenali:
Pada skema ADDM, cicilan bulan pertama dibayar di awal bersamaan dengan pembayaran awal lainnya. Hal ini membuat total pembayaran awal menjadi lebih besar dibandingkan skema cicilan lain.
Karena angsuran sudah dibayarkan sejak awal, beban cicilan ke depan terasa lebih ringan dan tidak membuat cemas di bulan berikutnya. Skema ini sering dipilih oleh konsumen yang ingin lebih “aman” ketika ingin mengajukan cicilan kredit.
Pada skema ADDB, cicilan bulan pertama baru dibayarkan setelah satu bulan berjalan. Artinya, di awal konsumen belum perlu membayar angsuran atau cicilan bulan pertama.
Dengan angsuran dibayar belakangan, pembayaran awal menjadi lebih ringan dan fleksibel. Skema ini cocok bagi konsumen yang ingin menjaga cash flow di awal kredit.
Agar lebih mudah memahami perbedaan ADDM dan ADDB, berikut ini terdapat tabel perbandingan untuk mengurangi risiko salah hitung saat pembayaran:
Aspek | ADDM | ADDB |
| Sistem pembayaran | Angsuran dibayar di muka | Angsuran dibayar belakangan |
| Cicilan pertama | Dibayar saat akad atau awal | Dibayar pada bulan berikutnya |
| TDP awal | Cenderung lebih besar | Cenderung lebih ringan |
| Cocok untuk | yang siap bayar lebih awal | Ingin cashflow lebih fleksibel |
Baca Juga: Arti DP dan TDP dalam Kredit Mobil: Bedanya Apa Saat Pembelian Mobil?
Fungsi ADDM dan ADDB dalam kredit mobil adalah mempermudah pengaturan jadwal cicilan sesuai kebutuhan konsumen. Dengan adanya pilihan ini, konsumen bisa menyesuaikan skema pembayaran dengan kondisi keuangan masing-masing.
Selain itu, skema ini membantu pihak leasing dalam mengatur administrasi dan risiko pembayaran cicilan mobil. Konsumen juga diuntungkan karena memiliki opsi skema yang lebih fleksibel dan transparan.
DP (Down Payment) adalah uang muka kendaraan yang dibayarkan di awal saat mengajukan kredit. Sementara itu, TDP (Total Down Payment) adalah total pembayaran awal yang biasanya mencakup DP, biaya lain, dan komponen tertentu.
Dalam skema ADDM dan ADDB, perbedaan utama ada pada komponen cicilan pertama. Pada ADDM, cicilan bulan pertama masuk ke dalam TDP sehingga nilainya lebih besar.
Sebaliknya, pada ADDB, TDP biasanya lebih kecil karena cicilan pertama belum dibayarkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami ADDM dan ADDB agar tidak kaget dengan besaran DP dan TDP.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana simulasi kredit mobil dengan angka yang umum digunakan. Contoh ini membantu melihat perbedaan pembayaran awal antara ADDM dan ADDB. Berikut adalah penjelasannya:
Sebagai contoh, Anda membeli mobil seharga Rp250.000.000 dan perlu DP sekitar Rp50.000.000. Untuk membeli mobil tersebut, Anda ingin mengajukan tenor 5 tahun dengan cicilan per bulan sekitar Rp4.000.000
Jika ADDM:
Konsumen membayar DP sebesar Rp50.000.000 dan cicilan mobil bulan pertama sebanyak Rp4.000.000. Jadi, total pembayaran awal menjadi Rp54.000.000 sehingga biayanya jadi lebih besar. Apabila tenor 5 tahun (60 bulan), Anda hanya perlu membayar cicilan sampai 59 bulan saja karena cicilan bulan pertama sudah dibayarkan sejak awal.
Jika ADDB:
Konsumen hanya membayar DP Rp50.000.000 di awal, sedangkan cicilan dibayar bulan berikutnya. Dalam simulasi kredit ini, pembayaran awal lebih ringan meski total angsuran dan cicilan mobil tetap berjalan sesuai tenor.
Jawabannya adalah tergantung pada budget dan kebutuhan masing-masing konsumen. Berikut ini adalah penjelasan ADDM dan ADDB secara objektif:
ADDM cocok jika Anda ingin cicilan terasa lebih “aman” sejak awal kredit. Skema ini sesuai bagi konsumen yang tidak keberatan membayar lebih besar di awal.
Dengan ADDM, Anda sudah menyelesaikan satu cicilan sejak akad. Hal ini bisa memberikan rasa tenang dalam pengelolaan cicilan bulanan.
ADDB cocok jika Anda ingin dana awal lebih ringan dan fleksibel. Skema ini membantu mengatur cash flow agar tidak terlalu berat di awal kredit.
Secara total biaya, ADDM dan ADDB bisa relatif mirip. Namun, perbedaannya hanya terletak pada pengaturan arus kas dan waktu pembayaran.
Skema ADDM dan ADDB juga berlaku untuk kredit mobil bekas. Namun, biasanya suku bunga mobil bekas lebih tinggi dibanding mobil baru.
Selain itu, TDP pada mobil bekas perlu dicek lebih teliti. Biaya tambahan yang lebih banyak membuat pemahaman skema ADDM dan ADDB sangat penting.
Sebelum menyetujui kredit, penting untuk membaca simulasi kredit mobil secara menyeluruh. Dengan begitu, Anda bisa memahami detail cicilan mobil yang akan dijalani. Adapun tipsnya sebagai berikut:
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengira DP sudah termasuk cicilan pertama. Padahal, pada skema ADDM, cicilan pertama dibayar terpisah dan membuat TDP lebih besar.
Kesalahan lainnya adalah tidak meminta rincian simulasi kredit secara tertulis. Tanpa penjelasan secara detail, konsumen bisa salah memahami ADDM dan ADDB serta total kewajiban pembayaran.
Memahami arti ADDM dan ADDB sangat penting sebelum mengajukan kredit mobil. ADDM berarti angsuran dibayar di muka, sehingga cicilan pertama biasanya langsung dibayar saat akad dan membuat pembayaran awal (TDP) lebih besar.
Sementara itu, ADDB berarti cicilan dibayar di belakang, sehingga pembayaran awal terasa lebih ringan karena angsuran baru dibayar pada bulan berikutnya. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa memilih skema kredit yang paling sesuai dengan kondisi finansial, baik untuk mobil baru maupun mobil bekas.
Setelah mobil impian berhasil dimiliki, jangan lupa untuk menjaga performa kendaraan dengan sparepart dan perlengkapan berkualitas. Untuk kebutuhan sparepart mobil dan motor terpercaya, Anda bisa belanja di Astra OtoShop, e-commerce resmi yang menyediakan produk otomotif berkualitas Astra.
Rawat kendaraan Anda dengan produk terbaik. Beli sparepart motor dan mobil di Astraotoshop.com sekarang juga. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai suku cadang, hubungi layanan konsumen Astra Otoshop di nomor telepon 1500725 atau chat melalui WhatsApp.