Bingung menentukan berapa km ganti ban motor yang ideal? Ketahui batas jarak tempuh aman, tanda ban aus, dan rekomendasi merk ban berkualitas di sini!
Masih banyak pemilik kendaraan galau dengan pertanyaan, berapa km ganti ban motor yang tepat? Jika Anda salah satu orang yang belum bisa menjawab pertanyaan tersebut, mari baca hingga tuntas artikel berikut ini!
Anda pasti setuju, jika ban merupakan komponen vital penunjang keselamatan Anda selama berkendara di jalan raya. Maka dari itu, mengabaikan kondisi ban aus jelas sangatlah berbahaya.
Ban yang aus dan harus diganti memiliki banyak kekurangan mulai dari daya cengkeram akan menurun drastis, membuat motor terasa licin, hingga membuat kekuatan rem tidak berfungsi optimal seperti saat kondisi ideal.
Jangan tunggu ban meletus di tengah perjalanan, karena terdapat beberapa tanda ban motor Anda harus segera diganti, berikut di antaranya:
Secara umum, ban bagian depan direkomendasikan untuk diganti setelah menempuh jarak 12.000 km. Sementara itu, ban bagian belakang sebaiknya diganti ketika jarak tempuhnya sudah mencapai 10.000 km.
Meski begitu, patokan angka kilometer tersebut tidak selalu mutlak diterapkan. Anda tentu masih bisa menggunakan ban motor tersebut jika memang kondisi fisiknya masih terlihat prima.
Namun tetap pastikan ban tidak memiliki retakan, benjolan, ataupun bagian permukaan yang mulai gundul. Ban yang sehat tentu akan membuat performa motor Anda maksimal selama mengaspal di jalan.
Idealnya, batas usia pemakaian ban motor yang direkomendasikan pabrikan hanya berkisar antara 1,5 hingga 2 tahun. Lebih dari itu, disarankan untuk segera melakukan penggantian. Anjuran ini bukan tanpa alasan.
Karet ban yang usianya sudah cukup lama seringkali memunculkan berbagai macam kendala. Kondisi ini membuat berkendara menjadi kurang nyaman dan sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, Anda mungkin akan mulai merasakan ban sering mengalami bocor halus yang menjengkelkan. Kemudian akan timbul retakan pada dinding ban, yang menjadi pertanda bahwa kualitas karet sudah menurun.
Ban motor yang sering mengalami bocor saat digunakan berkendara sebaiknya jangan terus dipertahankan. Terlebih lagi jika intensitas kebocoran tersebut sudah terjadi lebih dari tiga kali.
Rentetan kebocoran tersebut menandakan bahwa ban sudah tidak lagi berada dalam kondisi prima. Alih-alih memaksakan penggunaannya karena merasa masih bisa ditambal, lebih baik Anda keluarkan uang di awal agar perjalanan nyaman.
Kondisi alur ban yang sudah menipis, nyaris tak terlihat, atau gundul adalah sinyal bahaya. Ini menjadi salah satu alasan utama bagi Anda untuk segera memensiunkan ban motor.
Ban motor yang aus akan terasa jauh lebih licin ketika bermanuver di jalan. Terlebih jika digunakan di tengah guyuran musim penghujan yang rawan genangan air.
Kondisi tersebut dapat membuat risiko terjadinya ban selip menjadi jauh lebih besar. Akibatnya, Anda bisa saja tergelincir sewaktu-waktu dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Baca juga: Cara Merawat Ban Motor dengan Benar agar Tetap Awet
Setelah mengetahui beberapa alasan yang mendasari usia ban motor, agar lebih jelas, berikut ini beberapa ciri fisik ban motor Anda sudah tidak layak dan harus diganti:
Terdapat cara cek ketebalan ban motor yang mudah dilakukan, salah satunya dengan melihat Tread Wear Indicators atau TWI. Indikator ini biasanya ditandai dengan tonjolan kecil yang dapat ditemui di celah kembangan ban.
Letak TWI sangat mudah ditemukan, bisa berupa segitiga di sisi samping atau tulisan "TWI". Indikator ini sangat membantu pengendara awam untuk memantau tingkat keausan ban motor secara mandiri.
Jika kembangan ban sudah menyentuh atau sejajar dengan tonjolan TWI, segera lakukan tindakan. Ini menandakan ketebalan ban sudah mencapai batas minimal keamanan, yakni sekitar 1,6 mm.
Pada beberapa kasus, TWI masih aman namun ban mengalami keretakan pada bagian tapak atau dinding ban. Masalah ini sebaiknya diperhatikan dengan serius, karena dapat membuat berkurangnya tingkat elastisitas.
Kebiasaan sering memarkir motor di bawah terik matahari bisa menjadi pemicu utamanya. Selain itu, usia pakai yang sudah terlampau lama juga membuat ban sangat mudah mengalami keretakan.
Keretakan pada ban motor bisa semakin parah akibat kurangnya tekanan angin ban. Mengingat dinding ban ikut menahan beban kendaraan, kurangnya angin membuat kerja ban semakin berat. Lama-kelamaan, struktur karet akan menyerah dan mulai memunculkan retakan-retakan halus.
Benjolan mencurigakan yang terjadi pada ban jelas akan sangat mengurangi kenyaman berkendara Anda. Faktor keselamatan juga dipertaruhkan, karena tingkat kestabilan motor berkurang.
Risiko terburuk dari kondisi ini adalah ban bisa pecah mendadak karena kerusakan struktur di dalamnya. Umumnya, benjolan tak wajar ini diakibatkan oleh kurangnya tekanan angin ban.
Ban yang kekurangan angin membuat suhu di dalamnya lebih cepat panas saat bergesekan dengan aspal. Akibatnya, pergerakan tekanan angin terfokus pada satu titik, terutama saat Anda melakukan pengereman.
Konstruksi di dalam ban sebenarnya terdiri atas rangkaian benang nylon yang dianyam kuat. Namun, rangkaian benang ini akan ikut rusak saat jarum tambal ban ditusukkan secara paksa.
Jika sudah memiliki terlalu banyak tambalan, maka ban tersebut harus segera mungkin diganti. Terlebih jika posisi tambalan tersebut letaknya saling berdekatan satu sama lain.
Hal itu akan memperburuk kerusakan konstruksi benang nylon sehingga daya tahannya semakin merosot.
Dengan demikian, apabila ban motor Anda sudah menunjukkan tanda-tanda keausan fisik, maka segera lakukan penggantian dengan produk yang terjamin kualitasnya.
Bisa jadi masih aman, namun sangat disarankan untuk diganti. Sebagian besar produsen merekomendasikan penggantian karena seiring waktu kualitas karet menurun, menjadi keras, getas, dan rawan pecah, bahkan jika tapaknya masih tebal.
Biasanya disebabkan oleh kebocoran halus akibat kerikil atau kotoran yang mengganjal di bibir velg. Kondisi pentil ban yang kendur, velg penyok, atau bekas tambalan lama yang kurang sempurna.
Segera ganti ban motor jika Tread Wear Indicators (TWI) sudah sejajar, ada keretakan pada dinding ban, muncul benjolan pada ban, dan ban sudah sering ditambal.
Mempertahankan ban motor yang sudah aus atau tidak layak pakai bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Jangan ambil risiko yang membahayakan keselamatan terutama saat Anda menikung atau melaju dalam kecepatan tinggi.
Karena itu, penting untuk segera melakukan pengecekan dan mengatasi masalah pada kaki-kaki motor melalui perawatan rutin. Agar kendaraan tetap stabil dan aman digunakan, pastikan Anda menggunakan komponen berkualitas saat melakukan perbaikan atau penggantian.
Untuk semua kebutuhan perlengkapan kendaraan dan suku cadang berkualitas, Anda bisa mengandalkan AstraOtoShop, e-commerce resmi yang menyediakan berbagai produk otomotif unggulan dari Astra.
Kami menyediakan berbagai ban orisinal untuk membantu Anda menjaga performa motor secara maksimal.Untuk penggunaan harian terdapat berbagai pilihan, seperti ban Aspira Premio Sportivo hingga Pirelli, yang semuanya bisa Anda dapatkan dengan mudah di AstraOtoShop.com.
Beli spare part original sekarang di AstraOtoShop.com agar motor Anda tidak drama selama perjalanan. Yuk, konsultasikan pemeliharaan dan suku cadang kendaraan, dengan menghubungi kami melalui nomor telepon 1500725 atau chat via WhatsApp.