Setir mulai terasa berat? Ikuti 5 cara merawat power steering agar tetap ringan, awet, dan bebas masalah tanpa biaya servis mahal.
Mengetahui cara merawat power steering akan menjaga kenyamanan dan kontrol saat berkendara. Sistem ini membuat setir terasa ringan, terutama saat parkir atau manuver di kecepatan rendah.
Masalahnya, banyak pemilik mobil baru menyadari pentingnya perawatan setelah gejala muncul. Padahal, sebagian besar kerusakan power steering bisa dicegah dengan langkah sederhana dan rutin.
Berikut cara merawat power steering agar performa kemudi tetap optimal sekaligus menghindari biaya perbaikan besar.
Oli power steering adalah komponen utama pada sistem hidrolik karena berfungsi sebagai media penghantar tekanan sekaligus pelumas.
Seiring waktu, oli dapat mengalami oksidasi, terkontaminasi kotoran, dan kehilangan viskositasnya. Kondisi ini membuat tekanan hidrolik tidak optimal dan mempercepat keausan komponen internal.
Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat volume. Warna dan kejernihan oli juga perlu diperhatikan. Oli yang sehat umumnya berwarna jernih, sedangkan oli yang sudah menurun kualitasnya akan tampak lebih gelap atau keruh.
Penggantian oli sebaiknya mengikuti interval pabrikan atau dilakukan lebih cepat jika mobil sering digunakan dalam kondisi berat seperti macet atau perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: Tips Ganti Oli Power Steering Mudah di Rumah
Sistem power steering hidrolik bekerja dalam kondisi tertutup. Kebocoran sekecil apa pun akan langsung memengaruhi tekanan dalam sistem.
Tanda awal kebocoran biasanya berupa penurunan level oli secara tidak wajar atau munculnya cairan berwarna merah atau cokelat di bawah mobil.
Sumber kebocoran paling umum meliputi selang (hose) yang retak, sambungan yang longgar, seal pompa yang aus, atau bagian steering rack.
Menambah oli tanpa memperbaiki sumber kebocoran hanya menjadi solusi sementara. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko merusak pompa karena bekerja tanpa tekanan yang stabil.
Pompa power steering bertugas menghasilkan tekanan hidrolik, sementara drive belt (pada sistem hidrolik konvensional) berfungsi menggerakkan pompa dari mesin.
Jika belt dalam kondisi kendor, retak, atau aus, putaran pompa menjadi tidak optimal. Hal ini bisa menyebabkan setir terasa lebih berat atau muncul bunyi decit saat diputar.
Selain itu, pompa yang mulai aus biasanya ditandai dengan bunyi dengung (whining) saat setir diputar, terutama pada kecepatan rendah atau saat parkir.
Pemeriksaan rutin pada belt dan pompa membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Cara Anda mengemudi memiliki pengaruh langsung terhadap umur power steering. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat mempercepat kerusakan sistem.
Salah satu yang paling umum adalah memutar setir hingga mentok lalu menahannya dalam waktu lama. Kondisi ini membuat tekanan dalam sistem meningkat drastis dan membebani pompa.
Selain itu, sering memutar setir saat mobil diam juga meningkatkan beban pada sistem kemudi dan suspensi.
Mengemudi dengan lebih halus, seperti mulai bergerak sedikit sebelum memutar setir, dapat membantu mengurangi tekanan berlebih dan memperpanjang umur komponen.
Tidak semua masalah power steering dapat terdeteksi secara visual. Beberapa gangguan, seperti penurunan tekanan hidrolik atau kerusakan internal pompa, memerlukan alat khusus untuk diagnosis.
Servis berkala di bengkel memungkinkan teknisi melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk kondisi fluida, tekanan sistem, kelayakan pompa, serta komponen steering rack.
Untuk mobil dengan sistem Electric Power Steering (EPS), pemeriksaan juga mencakup sensor, motor listrik, dan sistem elektronik menggunakan alat scan.
Langkah ini penting untuk memastikan sistem bekerja optimal, terutama sebelum gejala muncul.
Selain perawatan rutin, penting untuk mengenali tanda awal kerusakan agar bisa ditangani lebih cepat.
Beberapa gejala yang perlu Anda waspadai antara lain:
Mengabaikan gejala ini dapat menyebabkan kerusakan lanjutan, terutama pada pompa dan steering rack yang biaya perbaikannya relatif tinggi.
Baca Juga: Setir Mobil Lari ke Kiri? Jangan Panik! Simak Penyebab
Cara merawat power steering mobil agar tetap ringan adalah dengan rutin mengecek dan mengganti oli sesuai interval, memastikan tidak ada kebocoran, menjaga kondisi pompa dan belt, serta menghindari kebiasaan memutar setir hingga mentok terlalu lama.
Oli power steering sebaiknya diganti setiap 40.000–80.000 km atau mengikuti rekomendasi pabrikan. Jika warna oli sudah gelap atau setir mulai terasa berat, penggantian sebaiknya dilakukan lebih cepat.
Jika tidak dirawat, power steering bisa mengalami penurunan tekanan, kebocoran, hingga kerusakan pompa atau steering rack. Dampaknya, setir menjadi berat dan biaya perbaikan bisa jauh lebih mahal.
Ya, meskipun tidak menggunakan oli, EPS tetap perlu diperiksa secara berkala, terutama pada bagian sensor, motor listrik, dan sistem kelistrikan untuk memastikan respons kemudi tetap optimal.
Perawatan power steering bukan hanya soal menjaga kenyamanan, tetapi juga memastikan keamanan saat berkendara. Langkah sederhana seperti mengecek oli, mendeteksi kebocoran, dan menghindari kebiasaan yang membebani sistem dapat memperpanjang umur komponen secara signifikan.
Jika Anda ingin menjaga performa sistem kemudi tetap optimal, pastikan menggunakan komponen dan cairan berkualitas. Mulai dari oli power steering hingga sparepart pendukung, pemilihan produk yang tepat akan berdampak langsung pada umur pakai kendaraan Anda.
Anda dapat menemukan berbagai sparepart mobil original serta aki mobil hybrid, basah, kering, dan maintenance free dari ASPIRA hingga GS Astra di AstraOtoshop.com, e-commerce resmi Astra yang menyediakan produk terpercaya dan terjamin keasliannya.
Butuh bantuan memilih produk yang sesuai dengan kendaraan Anda? Hubungi layanan konsumen Astra Otoshop melalui nomor 1500725 atau chat melalui WhatsApp resmi kami untuk konsultasi lebih lanjut.