Efek kebanyakan isi oli mesin tidak boleh dianggap sepele. Ketahui dampaknya pada performa mesin, tanda oli berlebih, serta cara mengatasinya sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih serius.
Efek kebanyakan isi oli mesin sering kali dianggap sepele oleh pemilik kendaraan. Banyak yang mengira semakin banyak oli di dalam mesin, maka perlindungan yang diberikan juga akan semakin baik.
Meski sering dianggap tidak berbahaya, volume oli yang melebihi kapasitas justru dapat mengganggu sistem pelumasan dan meningkatkan risiko kerusakan komponen mesin.
Lalu, apa saja efek kebanyakan isi oli mesin dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Tidak disarankan.
Kapasitas oli setiap kendaraan bisa berbeda, bahkan untuk model mobil yang tampak serupa. Karena itu, selalu jadikan informasi dari buku manual sebagai acuan utama saat melakukan penggantian oli.
Saat memeriksa oli menggunakan dipstick, terdapat tanda MIN dan MAX yang menunjukkan batas aman volume oli di dalam mesin.
Jika level oli berada sedikit di bawah batas maksimum masih tergolong normal. Namun, jika volumenya melewati tanda MAX secara signifikan, berbagai masalah dapat mulai muncul pada sistem pelumasan dan komponen mesin lainnya.
Karena itu, penting untuk selalu mengikuti kapasitas oli yang direkomendasikan dan memahami cara mengganti oli mobil yang benar agar pengisian tidak berlebihan.
Banyak orang beranggapan oli berlebih akan memberikan perlindungan tambahan pada mesin.
Padahal, sistem pelumasan dirancang untuk bekerja pada volume oli tertentu.
Ketika oli diisi terlalu banyak, permukaan oli dapat menjadi terlalu tinggi hingga bersentuhan dengan komponen mesin yang berputar cepat, seperti crankshaft.
Akibatnya, oli dapat teraduk secara berlebihan dan kehilangan karakteristik pelumasannya. Kondisi inilah yang menjadi awal berbagai efek kebanyakan isi oli mesin.
Berikut beberapa efek kebanyakan isi oli mesin yang perlu diwaspadai.
Salah satu dampak paling umum adalah terbentuknya busa pada oli.
Saat crankshaft mengaduk oli yang volumenya berlebihan, udara dapat tercampur ke dalam pelumas dan membentuk gelembung atau busa.
Oli yang berbusa tidak mampu melumasi komponen mesin seefektif oli dalam kondisi normal.
Akibatnya, perlindungan terhadap gesekan dan keausan mesin dapat menurun.
Volume oli yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan internal mesin.
Tekanan yang terlalu tinggi berpotensi membebani beberapa komponen, terutama pada area seal dan gasket.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kebocoran oli pada mesin.
Ketika tekanan di dalam mesin meningkat, seal dan gasket harus bekerja lebih keras untuk menahan oli.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kebocoran dapat terjadi pada beberapa titik seperti seal crankshaft, seal camshaft, tutup klep, atau gasket tertentu pada mesin.
Selain menyebabkan rembesan oli, kebocoran juga dapat meningkatkan biaya perbaikan jika tidak segera ditangani.
Oli yang berlebihan dapat menciptakan hambatan tambahan pada komponen yang bergerak.
Akibatnya, mesin dapat terasa lebih berat, respons akselerasi menurun, dan performa kendaraan menjadi kurang optimal dibanding biasanya.
Meski tidak selalu langsung terasa, kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan berkendara dalam jangka panjang.
Ketika mesin harus bekerja lebih keras akibat hambatan tambahan dari oli berlebih, konsumsi bahan bakar juga berpotensi meningkat.
Meskipun dampaknya tidak selalu signifikan, efisiensi kendaraan dapat berkurang dibanding saat volume oli berada pada level yang ideal.
Pada kondisi tertentu, oli berlebih dapat masuk ke ruang pembakaran melalui sistem ventilasi mesin.
Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, residu pembakaran oli dapat menumpuk pada catalytic converter sehingga kinerjanya dalam mengolah emisi gas buang menjadi kurang optimal.
Kerusakan pada komponen ini biasanya membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Jika volume oli jauh melebihi kapasitas dan dibiarkan dalam waktu lama, risiko kerusakan mesin dapat meningkat.
Meski kasus ini relatif jarang terjadi, kelebihan oli tetap tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu fungsi pelumasan yang seharusnya melindungi mesin.
Tidak semua pemilik kendaraan menyadari bahwa volume oli di dalam mesin sudah berlebihan.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
Jika menemukan salah satu gejala tersebut setelah penggantian oli, sebaiknya segera periksa kembali level oli mesin.
Pemeriksaan volume oli sebaiknya dilakukan saat mesin dalam kondisi mati dan berada di permukaan yang datar.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Pemeriksaan rutin membantu mencegah masalah akibat oli kurang maupun oli berlebihan.
Jika volume oli melebihi batas maksimum, penanganannya adalah dengan segera menguranginya. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan.
Metode paling umum adalah mengeluarkan sebagian oli melalui baut pembuangan hingga levelnya kembali normal.
Pada beberapa bengkel, oli berlebih dapat disedot menggunakan alat khusus tanpa perlu membuka baut pembuangan.
Jika tidak yakin melakukan sendiri, lebih aman membawa kendaraan ke bengkel untuk memastikan volume oli sesuai spesifikasi.
Beberapa langkah berikut dapat membantu mencegah pengisian oli berlebihan:
Setiap mesin memiliki kapasitas oli yang berbeda. Jangan hanya mengandalkan perkiraan.
Periksa level oli secara bertahap selama proses pengisian. Jangan sampai oli melebihi tanda MAX.
Memahami cara mengganti oli mobil yang benar dapat membantu mengurangi risiko kesalahan saat pengisian.
Selain volume yang tepat, pemilihan oli yang sesuai juga penting untuk menjaga performa mesin.
Anda juga perlu mengetahui interval ganti oli mobil berapa bulan sekali agar sistem pelumasan selalu bekerja optimal.
Ya. Oli yang terlalu banyak dapat menyebabkan oli berbusa, meningkatkan tekanan di dalam mesin, hingga memicu kebocoran pada seal dan gasket.
Level oli ideal berada di antara tanda minimum dan maksimum yang terdapat pada dipstick kendaraan.
Ya. Oli yang terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan di dalam mesin dan memicu kebocoran pada seal atau gasket tertentu.
Namun, jika volume oli terus berkurang, penyebabnya tidak selalu berasal dari kondisi ini. Anda juga perlu memahami berbagai penyebab oli mobil cepat habis yang umum terjadi pada kendaraan.
Dalam kondisi ekstrem dan dibiarkan terlalu lama, kelebihan oli dapat meningkatkan risiko kerusakan pada sistem pelumasan dan komponen mesin.
Ya. Jika level oli berada di atas tanda MAX pada dipstick, sebaiknya segera dikurangi hingga kembali ke batas yang direkomendasikan untuk mencegah gangguan pada sistem pelumasan.
Efek kebanyakan isi oli mesin tidak boleh diabaikan. Meskipun oli berfungsi melindungi mesin, jumlah yang berlebihan justru dapat mengganggu sistem pelumasan dan memicu berbagai masalah, mulai dari oli berbusa hingga kebocoran pada seal dan gasket.
Oleh karena itu, pastikan volume oli selalu berada pada level yang direkomendasikan buku manual. Selain menggunakan oli yang sesuai spesifikasi kendaraan, lakukan pemeriksaan level oli secara rutin agar performa mesin tetap optimal dan usia pakainya lebih panjang.
Temukan berbagai pilihan oli mobil dari ASPIRA dan Shell Helix Astra beserta e-voucher layanan perawatannya hanya di AstraOtoshop.com.
Jika Anda membutuhkan bantuan memilih oli yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan, segera hubungi layanan konsumen Astra Otoshop melalui 1500725 atau konsultasi lewat WhatsApp resmi kami!