Jenis BBM non subsidi apa saja di SPBU? Cek perbedaan Pertamax, Green 95, Turbo, Dexlite, dan Dex berdasarkan oktan, fungsi, serta mobil yang cocok.
Banyak pemilik kendaraan memilih bahan bakar berdasarkan harga, padahal jenis BBM non subsidi memiliki spesifikasi, nilai oktan, dan fungsi yang berbeda. Pemilihan yang kurang tepat bisa memengaruhi efisiensi pembakaran, performa mesin, hingga potensi timbulnya knocking.
Di Indonesia, pilihan BBM non subsidi di SPBU cukup beragam, mulai dari bensin beroktan tinggi hingga solar berkualitas untuk mesin diesel modern. Masing-masing dirancang untuk kebutuhan mesin yang berbeda.
Memahami jenis BBM non subsidi membantu Anda menentukan bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi mesin, kebutuhan performa, dan efisiensi penggunaan harian.
Baca Juga: 7 Tips Trik Agar Motor dan Mobil Irit BBM Saat Dikendarai
BBM non subsidi adalah bahan bakar yang harga jualnya tidak mendapat subsidi pemerintah, sehingga mengikuti mekanisme pasar, biaya produksi, dan faktor energi global. BBM non subsidi sangat terpengaruh oleh harga minyak dunia saat ini.
Berbeda dengan BBM subsidi yang ditujukan untuk kelompok atau sektor tertentu, BBM non subsidi umumnya menawarkan spesifikasi lebih tinggi, terutama dari sisi kualitas pembakaran dan aditif.
Secara umum, kategori ini mencakup:
Perbedaannya tidak hanya soal harga, tetapi juga angka oktan, kandungan sulfur, serta teknologi aditif yang digunakan.
Sebelum memilih jenis BBM, penting memahami angka oktan.
Oktan atau Research Octane Number (RON) adalah ukuran kemampuan bahan bakar menahan pembakaran dini (pre-ignition) yang dapat memicu knocking.
Secara sederhana:
Jadi, memilih BBM terbaik bukan berarti selalu memilih oktan tertinggi, tetapi yang paling sesuai spesifikasi mesin.
Baca Juga: Apa Itu RON BBM? Pengaruh Oktan pada Performa Kendaraan
Berikut beberapa jenis BBM non subsidi yang umum ditemukan di SPBU.
Pertamax merupakan salah satu BBM non subsidi yang paling umum digunakan untuk mobil penumpang modern.
Dengan RON 92, bahan bakar ini cocok untuk banyak kendaraan dengan rasio kompresi menengah hingga cukup tinggi.
Fungsinya mendukung pembakaran yang lebih stabil dibanding BBM beroktan lebih rendah, sekaligus membantu menjaga efisiensi mesin.
Untuk penggunaan harian, Pertamax sering dipilih karena menjadi titik tengah antara harga, performa, dan kompatibilitas.
Pertamax RON 92 cocok untuk:
Pertamax Green 95 merupakan BBM non subsidi dengan RON 95 yang dipadukan dengan bioetanol (E5), yaitu campuran bensin dan sekitar 5 persen etanol berbasis nabati.
BBM ini dirancang untuk mendukung pembakaran yang lebih baik sekaligus membawa aspek energi yang lebih ramah lingkungan melalui kandungan bioetanol.
Bagi pengguna harian, produk ini dapat menjadi opsi bagi kendaraan yang membutuhkan RON 95 atau pengguna yang ingin bahan bakar beroktan lebih tinggi tanpa langsung beralih ke RON 98.
Pertamax Green 95 cocok untuk:
Pertamax Turbo memiliki nilai oktan lebih tinggi, yaitu RON 98.
BBM ini dirancang untuk mesin berkompresi tinggi, turbocharged, atau kendaraan yang membutuhkan pembakaran lebih presisi.
Keunggulannya terletak pada stabilitas pembakaran pada tekanan tinggi dan potensi mengurangi knocking pada mesin performa tinggi.
Bagi pengguna harian biasa, RON 98 belum tentu memberi manfaat signifikan bila mesin hanya membutuhkan RON 92.
Pertamax Turbo cocok untuk:
Pertamina Dex merupakan BBM non subsidi untuk mesin diesel.
Produk ini memiliki angka cetane lebih tinggi dan kandungan sulfur lebih rendah dibanding solar standar.
Pada mesin diesel modern, bahan bakar dengan spesifikasi seperti ini membantu pembakaran lebih efisien, emisi lebih bersih, dan performa lebih optimal.
Bahan bakar ini umum dipilih untuk SUV diesel, kendaraan komersial tertentu, dan mesin common rail modern.
Pertamina Dex cocok untuk:
Dexlite berada di antara solar biasa dan Pertamina Dex.
Produk ini menawarkan kualitas lebih tinggi dibanding solar konvensional dengan harga biasanya lebih rendah dibanding Dex.
Bagi pengguna diesel yang ingin peningkatan kualitas bahan bakar tanpa biaya setinggi Dex, ini sering menjadi opsi kompromi.
Dexlite cocok untuk:
Perbedaan utamanya biasanya terletak pada tiga hal:
Untuk bensin, pembeda utamanya adalah RON.
Untuk diesel, parameter pentingnya adalah angka cetane, yang berkaitan dengan kualitas pembakaran pada mesin diesel.
Sebagian BBM non subsidi mengandung aditif yang membantu:
Ini salah satu alasan dua BBM dengan oktan mirip bisa memiliki karakter berbeda.
Tidak semua mesin membutuhkan bahan bakar premium beroktan tinggi.
Menggunakan oktan terlalu rendah berisiko knocking (proses pembakaran berlangsung tidak normal sehingga menimbulkan suara ketukan logam).
Namun memakai oktan terlalu tinggi untuk mesin yang tidak membutuhkannya belum tentu memberi manfaat ekonomis.
Baca Juga: Etanol pada Bensin: Dampak Penggunaan Etanol pada BBM dan Efeknya ke Kendaraan
Secara umum meliputi Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, tergantung jenis mesin bensin atau diesel.
Perbedaan utamanya ada pada angka oktan. Pertamax memiliki RON 92, sedangkan Pertamax Turbo RON 98 untuk kebutuhan mesin berkompresi lebih tinggi.
Tidak selalu. Efisiensi lebih ditentukan kecocokan oktan dengan spesifikasi mesin, kondisi kendaraan, dan gaya berkendara.
Tergantung spesifikasi mesin diesel Anda. Mesin common rail modern umumnya lebih cocok dengan spesifikasi yang lebih tinggi.
Memahami jenis BBM non subsidi penting bukan hanya untuk memilih bahan bakar, tetapi juga untuk menjaga efisiensi pembakaran, performa mesin, dan umur komponen kendaraan.
Pemilihan yang tepat bukan soal memakai BBM paling mahal, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan mesin Anda.
Selain menggunakan bahan bakar yang tepat, performa kendaraan juga ditentukan kondisi komponen pendukung. Pastikan menggunakan oli mesin, aki, dan berbagai sparepart mobil original di Astra Otoparts melalui AstraOtoshop.com.
Butuh bantuan memilih produk yang sesuai dengan kendaraan Anda? Hubungi layanan konsumen Astra Otoshop melalui 1500725 atau konsultasi lewat WhatsApp resmi kami.