Motor terasa goyang setelah ganti ban? Kenali penyebab utamanya dan cara mengatasinya agar motor kembali stabil dan aman dikendarai.
Motor terasa goyang setelah ganti ban menjadi keluhan yang cukup sering dialami pengendara, terutama setelah melakukan penggantian ban. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan bisa berbahaya jika dibiarkan saja.
Tidak sedikit pengguna yang langsung menuding kualitas ban baru sebagai biang keladinya. Padahal, terdapat sejumlah penyebab lain yang lebih teknis dan perlu diperiksa lebih teliti sebelum mengambil kesimpulan.
Perlu diketahui, roda dan ban motor bekerja sebagai satu sistem yang harus berputar secara seimbang. Ketika ada massa yang tidak merata mulai dari ban, velg, atau komponen lain, akan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat roda bergerak tidak stabil.
Inilah yang terasa sebagai getaran di stang atau kaki-kaki motor. Karena itu, proses pemasangan ban yang teliti dan benar menjadi faktor penentu utama. Berikut ini beberapa penyebab motor goyang setelah ganti ban.
Saat ban baru dipasang, teknisi wajib menggunakan mesin wheel balancer untuk menemukan titik yang tidak seimbang. Jika proses ini terlewat atau dilakukan asal-asalan, maka getaran biasanya muncul, terutama di kecepatan 60–80 km/jam. Solusinya, kembali ke bengkel dan minta balancing ulang menggunakan mesin yang akurat.
Saat pemasangan, bibir ban (bead) terkadang tidak duduk rata pada velg. Akibatnya, ban tidak benar-benar bulat saat berputar dan memicu getaran yang muncul di seluruh bagian motor.
Cara mengeceknya, perhatikan garis melingkar di dekat velg (bead line). Pastikan garis tersebut terlihat rata dan sejajar di semua sisi. Jika tidak, ban perlu dilepas dan dipasang ulang.
Baca juga: Rekomendasi Ban Motor Terbaik untuk Harian
Hampir semua ban modern dirancang untuk berputar dalam satu arah, yang ditandai dengan panah dan tulisan ROTATION pada dinding ban. Jika terpasang terbalik, alur ban tidak berfungsi optimal.
Kondisi ini bisa menyebabkan getaran dan mengurangi traksi ban pada permukaan jalan. Untuk itu, cek arah panah dan pastikan sesuai arah putaran roda ke depan.
Tekanan angin yang kurang atau berlebih (dari rekomendasi pabrikan) juga bisa menjadi penyebab motor goyang. Ban yang kekurangan angin dalam waktu lama akan aus dan habis tidak merata, hal ini membuat laju motor tidak stabil bahkan berisiko merusak velg.
Sebaliknya, tekanan berlebih membuat ban keras, grip berkurang, dan traksi ke permukaan jalan rendah. Untuk itu, selalu sesuaikan tekanan angin dengan standar yang tertera di buku panduan kendaraan.
Bearing roda berfungsi menopang poros roda agar bisa berputar dengan lancar sekaligus menjaga keseimbangan roda. Ketika bearing aus, keseimbangan akan terganggu dan roda terasa goyang saat melaju.
Keausan bearing bisa dipicu oleh kurangnya pelumas akibat Anda jarang mengganti oli gardan, atau kondisi jalan yang buruk. Solusinya adalah mengganti bearing yang rusak dengan yang baru.
Shockbreaker yang sudah aus tidak akan mampu meredam guncangan dengan baik, sehingga getaran dari jalan langsung merambat ke seluruh bodi motor.
Selain itu, masalah seperti kebocoran oli, karat, atau keretakan pada shockbreaker bisa membuat motor terasa goyang meski Anda sudah memasang ban baru. Untuk itu, periksa kondisi shockbreaker secara berkala.
Baca juga: 10 Rekomendasi Merek Shockbreaker Motor Matic Terbaik, Empuk dan Awet!
Velg yang penyok akibat pernah terbentur lubang atau kecelakaan akan menyebabkan getaran, meskipun ban baru ganti dan sudah dibalancing dengan sempurna.
Cara mengeceknya dengan angkat roda dan putar perlahan. Jika celah antara ban dan garpu suspensi berubah-ubah, maka dipastikan velg kemungkinan sudah tidak presisi. Solusinya adalah servis velg di bengkel atau menggantinya dengan yang baru.
Setang motor goyang biasanya dipicu oleh masalah pada sistem kemudi atau kaki-kaki, seperti komstir yang aus atau longgar, bearing roda depan yang rusak, pelek peyang, hingga kondisi ban yang tidak normal.
Ya, penyelarasan roda disarankan setelah pemasangan ban baru karena proses pemasangan bisa menggeser posisi roda. Langkah ini membantu memperpanjang usia ban sekaligus menjaga kendaraan tetap stabil dan aman dikendarai.
Penyelarasan roda umumnya selesai dalam waktu kurang dari satu jam, tergantung jumlah roda yang perlu diselaraskan dan kondisi kendaraan.
Ban motor sebaiknya diganti setiap 1,5–2 tahun atau setelah menempuh jarak 10.000–12.000 km untuk ban belakang dan 12.000–15.000 km untuk ban depan. Ganti segera jika tapak ban sudah mencapai batas TWI, karet mulai retak, atau ban sering bocor.
Pilih bengkel yang memiliki alat wheel balancer dan teknisi yang kompeten. Kemudian pastikan proses penggantian ban sudah termasuk balancing dan jangan ragu untuk menanyakannya langsung.
Selain itu, gunakan ban original dan berkualitas. Sebaliknya, ban murah dengan kualitas rendah cenderung memiliki distribusi material yang tidak merata, sehingga lebih sulit untuk diseimbangkan.
Bagi Anda yang sedang mencari ban berkualitas, percayakan pada AstraOtoshop.com, marketplace terpercaya dari Astra yang menyediakan ban motor bermerek mulai dari ban Pirelli hingga Aspira Premio.
Selain itu, pastikan Anda menggunakan spare part berkualitas untuk menjaga performa motor tetap optimal. AstraOtoshop menyediakan berbagai kebutuhan suku cadang motor, termasuk shockbreaker KYB dan Aspira yang original dan terpercaya.
Segera cek kebutuhan spare part kendaraan Anda di AstraOtoshop.com. Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi kami melalui nomor telepon 1500725 atau chat langsung via WhatsApp.