Setir mobil bunyi saat dibelokkan? Kenali penyebab dari decit, dengung, hingga kletek dan cara mengatasinya sebelum biaya perbaikan kerusakan makin mahal!
Setir mobil bunyi saat belok bukanlah kondisi yang bisa diabaikan. Bunyi tersebut biasanya menandakan adanya gangguan pada sistem kemudi, suspensi, atau komponen pendukung lainnya.
Dalam kondisi normal, sistem kemudi dirancang bekerja halus tanpa suara mencolok. Ketika muncul bunyi seperti decit, dengung, atau ketukan, berarti ada komponen yang mengalami keausan, kekurangan pelumasan, atau bahkan kerusakan.
Memahami penyebab setir mobil bunyi saat belok membantu Anda menentukan apakah masalah masih ringan atau sudah membutuhkan penanganan segera.
Baca Juga: Setir Mobil Berat? Jangan Panik! Kenali Penyebabnya
Ban menjadi komponen pertama yang sering memicu bunyi saat mobil berbelok, terutama jika kondisinya tidak optimal.
Keausan tapak ban yang tidak merata dapat menyebabkan gesekan tidak normal dengan permukaan jalan. Kondisi ini biasanya menghasilkan bunyi decit atau gesekan saat setir diputar, terutama pada kecepatan rendah.
Selain itu, tekanan angin ban yang kurang juga bisa menjadi penyebab. Ban dengan tekanan rendah memiliki area kontak lebih luas dengan jalan, sehingga meningkatkan resistensi dan memicu suara seperti “seret” atau squealing saat berbelok.
Masalah ini sering tidak disadari karena tidak selalu memengaruhi performa secara langsung, tetapi dalam jangka panjang dapat mempercepat keausan ban dan mengganggu stabilitas kendaraan.
Sistem power steering berperan besar dalam membuat kemudi terasa ringan. Ketika sistem ini bermasalah, bunyi sering muncul bersamaan dengan perubahan karakter setir.
Level oli power steering yang rendah menjadi penyebab paling umum. Kekurangan fluida menyebabkan tekanan hidrolik tidak optimal, sehingga muncul bunyi dengung atau “nguing” saat setir diputar.
Selain itu, pompa power steering yang mulai aus juga bisa menghasilkan suara bernada tinggi atau dengungan konstan saat belok. Bunyi ini biasanya semakin jelas saat setir diputar penuh atau saat parkir.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berujung pada kerusakan pompa secara total, yang membutuhkan biaya perbaikan jauh lebih besar.
Bunyi seperti “kletek”, “gluduk”, atau “pop” saat belok sering kali berasal dari komponen mekanis pada sistem kemudi dan suspensi.
Ball joint atau bushing yang sudah aus dapat menyebabkan bunyi ketukan saat roda berbelok. Komponen ini berfungsi sebagai penghubung fleksibel antar bagian suspensi, sehingga keausan akan langsung terasa dalam bentuk suara dan getaran.
Tie rod end yang longgar atau rusak juga bisa memicu bunyi klik atau ketukan. Komponen ini menghubungkan sistem kemudi ke roda, sehingga jika tidak stabil, arah roda bisa menjadi kurang presisi.
Selain itu, strut bushing yang kotor atau berkarat dapat menyebabkan bunyi seperti “krek” atau “crunching” saat setir diputar. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa setir yang tidak konsisten.
Kerusakan pada CV joint juga sering menjadi penyebab bunyi “tek-tek-tek” saat belok, terutama ketika mobil berakselerasi dalam posisi roda berbelok.
Tidak banyak yang menyadari bahwa sistem rem juga bisa menjadi sumber bunyi saat setir dibelokkan.
Kampas rem yang sudah tipis dapat menghasilkan bunyi gesekan atau grinding, terutama jika mobil sedang melambat sambil berbelok. Bunyi ini biasanya terdengar kasar dan tajam.
Selain itu, kaliper rem yang macet atau tidak bekerja optimal dapat menyebabkan tekanan tidak merata pada cakram, sehingga menimbulkan suara saat roda berputar dalam posisi belok.
Masalah ini tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan performa pengereman kendaraan.
Baca Juga: Kenapa Mobil di Indonesia Pakai Setir Kanan? Ini Sejarahnya!
Mengidentifikasi jenis bunyi bisa membantu mempersempit sumber masalah. Berikut beberapa bunyi pada setir mobil yang perlu Anda kenali.
Tekanan ban yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan dapat meningkatkan resistensi saat berbelok dan memicu bunyi gesekan.
Gunakan alat pengukur tekanan (tire pressure gauge) untuk memastikan tekanan sesuai rekomendasi yang biasanya tertera di pilar pintu atau buku manual kendaraan.
Selain tekanan, perhatikan pola keausan tapak ban. Keausan tidak merata (uneven wear) sering menjadi indikasi masalah lain seperti spooring tidak presisi atau suspensi tidak seimbang.
Untuk sistem hidrolik, oli power steering adalah komponen vital. Pemeriksaan tidak hanya sebatas volume, tetapi juga kualitas fluida. Oli yang sudah teroksidasi biasanya berubah warna menjadi lebih gelap dan kehilangan viskositas optimal.
Lakukan pengecekan saat mesin dalam kondisi hidup agar sirkulasi fluida stabil. Jika level oli turun secara signifikan, jangan langsung menambah tanpa mencari sumber kebocoran. Dalam banyak kasus, kebocoran terjadi pada hose, seal pompa, atau steering rack.
Jika bunyi berupa dengungan atau decit masih muncul setelah pengecekan fluida, fokus berikutnya adalah komponen mekanis seperti pompa dan belt.
Pada sistem hidrolik, periksa kondisi drive belt yang menggerakkan pompa. Belt yang aus, retak, atau kendor dapat menyebabkan slip, yang memicu bunyi saat setir diputar. Penyetelan tension belt atau penggantian biasanya menjadi solusi.
Jika bunyi berasal dari pompa, terutama saat setir diputar penuh, ini bisa menjadi indikasi keausan internal atau penurunan tekanan. Dalam praktik profesional, kondisi ini sering dikonfirmasi menggunakan pressure test pada sistem power steering.
Bunyi ketukan atau “kletek” saat belok umumnya berasal dari komponen seperti ball joint, tie rod end, atau bushing. Pemeriksaan dilakukan dengan mengangkat kendaraan menggunakan lift untuk mengecek kelonggaran (play) pada sambungan.
Komponen yang sudah aus tidak dapat diperbaiki dan harus diganti. Mengabaikan kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas arah roda dan mempercepat keausan komponen lain.
Untuk hasil optimal, penggantian komponen suspensi sebaiknya diikuti dengan proses spooring agar sudut roda kembali presisi.
Jika bunyi muncul saat belok bersamaan dengan pengereman, sistem rem perlu diperiksa. Kampas rem yang menipis atau tidak rata dapat menyebabkan gesekan abnormal pada cakram.
Selain itu, kaliper yang macet dapat menahan tekanan pada satu sisi roda, memicu bunyi saat roda berputar dalam posisi belok. Pemeriksaan ini idealnya dilakukan dengan membuka roda untuk melihat kondisi kampas dan kaliper secara langsung.
Baca Juga: Ban Mobil Rusak, Setir Mobil Bergetar?
Alasan setir mobil berbunyi saat belok bisa berasal dari ban, power steering, suspensi, atau rem. Jenis bunyi biasanya menunjukkan sumber masalahnya.
Ya, terutama jika disertai setir berat atau tidak stabil. Ini bisa mengganggu kontrol kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Jika bunyi muncul terus-menerus, semakin keras, atau disertai perubahan performa setir, segera lakukan pemeriksaan.
Tidak selalu. Beberapa kasus hanya disebabkan tekanan ban atau kondisi ringan, tetapi tetap perlu dicek untuk memastikan.
Setir mobil bunyi saat belok bukan sekadar gangguan kecil, tetapi tanda adanya masalah pada sistem kemudi atau komponen terkait. Mengenali jenis bunyi, penyebab, dan solusinya membantu Anda mengambil tindakan lebih cepat sebelum kerusakan semakin parah.
Gunakan selalu oli, aki, dan komponen berkualitas untuk menjaga performa sistem mobil tetap optimal. Anda dapat menemukan berbagai sparepart mobil original dari ASPIRA hingga GS Astra di AstraOtoshop.com, e-commerce resmi Astra yang menyediakan produk terpercaya dan terjamin keasliannya.
Butuh bantuan memilih produk yang sesuai dengan kendaraan Anda? Hubungi layanan konsumen Astra Otoshop melalui nomor 1500725 atau chat melalui WhatsApp resmi kami untuk konsultasi lebih lanjut