Tips melewati banjir untuk motor & mobil agar aman saat musim hujan. Panduan bagi pengendara menerjang banjir dengan mobil matic & hindari mogok!
Musim hujan sering membawa tantangan besar bagi pengendara, terutama ketika genangan air muncul di berbagai ruas jalan hingga menyebabkan banjir. Dalam kondisi seperti ini, banyak orang nekat menerobos banjir tanpa memahami risiko yang bisa terjadi pada kendaraan.
Padahal, tanpa teknik yang tepat, mobil maupun motor sangat mudah mengalami mogok di tengah jalan. Kesalahan kecil seperti berhenti di tengah banjir atau memacu kendaraan terlalu cepat bisa membuat air masuk ke saluran udara dan menyebabkan kerusakan serius.
Artikel ini akan membahas panduan lengkap dan praktis tentang cara aman melewati banjir saat musim hujan, agar kendaraan tidak mogok dan tetap bisa digunakan dengan nyaman.
Baca Juga:
Saat kendaraan mogok setelah melewati banjir, biasanya ada beberapa penyebab utama yang terjadi secara teknis. Berikut penyebabnya:
Mesin kendaraan membutuhkan udara untuk proses pembakaran. Udara masuk melalui saluran udara dan filter udara.
Jika kendaraan menerjang banjir terlalu dalam, air bisa ikut tersedot masuk ke saluran udara. Akibatnya:
Komponen kelistrikan seperti:
Sangat rentan terganggu jika terkena air. Kondisi basah dapat menyebabkan mesin brebet bahkan mogok total.
Saat kendaraan melewati genangan air, komponen rem seperti cakram atau tromol bisa terkena air sehingga menjadi licin.Kondisi ini membuat daya cengkeram rem berkurang dan pengereman terasa kurang pakem.
Karena itu, penting mengeringkan rem secara perlahan setelah melewati banjir agar fungsinya kembali optimal.
Tidak semua banjir aman dilewati. Berikut panduan batas aman:
Adapun tanda banjir tidak aman dilewat, sepertii:
Berikut teknik aman untuk melewati banjir dengan mobil bensin maupun diesel.
Sebelum memutuskan menerjang banjir, perhatikan terlebih dahulu ketinggian air di jalan. Idealnya, genangan tidak melebihi setengah tinggi roda motor agar komponen mesin tetap aman.
Jika permukaan jalan tidak terlihat atau Anda ragu dengan kedalamannya, sebaiknya jangan ambil risiko. Lubang tersembunyi atau permukaan jalan yang rusak bisa menyebabkan motor kehilangan keseimbangan.
Mengamati kendaraan lain yang melintas juga bisa menjadi acuan. Namun, tetap utamakan keselamatan pribadi dan hindari memaksakan diri jika kondisi terlihat berbahaya.
Adapun tips penggunaan gigi untuk masing-masing jenis mobil, yaitu:
Penggunaan gigi ini ditujukan agar mobil tetap melaju konstan.
Mobil harus tetap bergerak perlahan dan stabil. Berikut hal yang perlu diperhatikan:
Saat melewati banjir, banyak pengendara tidak sadar bahwa kecepatan kendaraan dapat menciptakan gelombang air di bagian depan mobil. Gelombang ini berisiko naik lebih tinggi dari permukaan genangan sebenarnya.
Jika gelombang terlalu besar, air bisa masuk ke ruang mesin melalui saluran udara. Kondisi ini meningkatkan risiko mogok mendadak hingga kerusakan serius seperti water hammer. Karena itu, melajulah secara perlahan dan stabil dengan putaran mesin konstan.
Selain menjaga kecepatan agar tidak menciptakan gelombang, penting juga memperhatikan kondisi kendaraan lain di sekitar Anda sebelum memutuskan untuk tetap melintas.
Keberadaan mobil yang mogok di tengah genangan bisa menjadi tanda bahwa kedalaman air cukup berbahaya. Ini juga bisa menunjukkan adanya lubang atau permukaan jalan yang tidak terlihat.
Memaksakan diri untuk menerobos dalam situasi seperti ini sangat berisiko, karena kemungkinan mobil Anda mengalami hal serupa menjadi lebih besar. Selain itu, kendaraan yang berhenti di depan dapat menghambat laju dan memaksa Anda berhenti di tengah air.
Dengan memahami risiko-risiko tersebut, pengendara dapat mengambil keputusan lebih bijak saat menghadapi banjir dan meminimalkan potensi kerusakan kendaraan.
Motor lebih rentan mogok karena posisi mesin dan knalpot lebih rendah. Berikut tips melewati banjir yang bisa Anda lakukan.
Knalpot merupakan salah satu komponen vital yang harus dijaga agar tidak terendam air. Jika air masuk ke dalam knalpot, mesin motor bisa langsung mati mendadak.
Air yang tersedot ke sistem pembuangan atau bahkan ke ruang bakar berpotensi menyebabkan gangguan serius pada mesin. Hal ini bisa membuat motor sulit dinyalakan kembali setelah melewati banjir.
Karena itu, pastikan ketinggian air masih berada di bawah ujung knalpot. Jika genangan terlalu tinggi hingga berisiko merendam knalpot, sebaiknya putar balik dan cari jalur alternatif.
Saat melewati banjir, pertahankan putaran gas secara stabil dan konstan. Tenaga mesin yang konsisten membantu motor tetap melaju tanpa kehilangan daya di tengah genangan.
Menggeber gas secara mendadak justru bisa menyebabkan percikan air berlebihan dan mengganggu kestabilan laju motor. Selain itu, perubahan tenaga yang tiba-tiba dapat membuat mesin tersendat.
Gunakan kecepatan rendah dengan putaran mesin yang cukup agar motor tetap bertenaga. Teknik ini membantu mengurangi risiko mogok saat berada di tengah genangan.
Selama masih berada di area banjir, usahakan mesin tetap menyala. Mematikan mesin di tengah genangan dapat meningkatkan risiko air masuk ke dalam sistem mesin.
Jika mesin mati secara tidak sengaja, jangan langsung mencoba menyalakan ulang berkali-kali. Hal tersebut bisa memperparah kondisi jika air sudah terlanjur masuk ke ruang bakar.
Lebih baik dorong motor ke tempat yang lebih kering terlebih dahulu sebelum mencoba menyalakannya kembali. Tindakan ini dapat meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut.
Selain memperhatikan ketinggian air, arus banjir juga perlu diwaspadai. Motor memiliki bobot yang relatif ringan sehingga lebih mudah terdorong arus dibanding mobil.
Arus yang deras dapat membuat ban kehilangan traksi dan menyebabkan motor tergelincir. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama jika permukaan jalan licin atau berlumpur.
Jika terlihat air mengalir cukup kuat melintasi jalan, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk melintas. Cari jalur yang lebih aman demi menjaga keselamatan diri dan kendaraan.
Banyak pengendara melakukan kesalahan berikut:
Setelah berhasil melewati banjir, jangan langsung melanjutkan perjalanan tanpa pengecekan.
Setelah melewati genangan atau banjir, sistem pengereman adalah komponen pertama yang perlu diperhatikan. Air yang masuk ke area cakram atau tromol bisa membuat daya cengkeram rem berkurang sementara.
Injak rem perlahan beberapa kali sambil tetap berjalan pelan untuk membantu mengeringkan permukaan kampas dan cakram. Gesekan ringan tersebut akan menghasilkan panas yang membantu menguapkan sisa air.
Pastikan respons rem sudah kembali normal sebelum melaju dengan kecepatan lebih tinggi. Jika terasa tidak pakem atau muncul bunyi aneh, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel.
Filter udara berfungsi menyaring udara sebelum masuk ke ruang bakar. Saat menerjang banjir, ada risiko air tersedot melalui saluran udara, terutama jika ketinggian air cukup tinggi.
Buka dan cek kondisi filter udara untuk memastikan tidak basah atau lembap. Filter yang terkena air dapat mengganggu pembakaran dan menurunkan performa mesin.
Jika ditemukan tanda-tanda air masuk, segera keringkan atau ganti filter udara. Langkah ini penting untuk mencegah risiko kerusakan mesin yang lebih serius seperti water hammer.
Oli berfungsi melumasi dan melindungi komponen mesin dari gesekan berlebih. Setelah melewati banjir, penting untuk memastikan tidak ada air yang tercampur ke dalam oli.
Periksa dipstick oli mesin dan perhatikan warnanya. Jika oli berubah menjadi keruh atau seperti susu, itu tanda adanya campuran air di dalamnya.
Segera lakukan penggantian oli jika terjadi kontaminasi. Membiarkan oli tercampur air dapat menyebabkan karat, pelumasan tidak optimal, dan kerusakan mesin jangka panjang.
Sistem kelistrikan sangat rentan terhadap air, terutama pada mobil dengan banyak sensor dan modul elektronik. Air yang masuk bisa menyebabkan korsleting atau gangguan sistem.
Periksa seluruh lampu, klakson, wiper, dan panel indikator untuk memastikan semuanya berfungsi normal. Perhatikan juga jika ada lampu peringatan yang tiba-tiba menyala di dashboard.
Jika muncul gejala aneh seperti lampu redup atau fitur tidak berfungsi, segera lakukan pengecekan lebih lanjut agar kerusakan tidak meluas ke komponen elektronik lainnya.
Perubahan performa mesin setelah melewati banjir tidak boleh diabaikan. Mesin yang terasa brebet, tersendat, atau kehilangan tenaga bisa menjadi tanda adanya gangguan serius.
Gejala tersebut bisa disebabkan oleh air yang masuk ke sistem pembakaran, busi yang lembap, atau masalah pada sensor. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko kerusakan besar.
Jangan menunggu hingga mobil mogok total di jalan. Segera bawa kendaraan ke bengkel terpercaya untuk pemeriksaan menyeluruh demi menjaga kondisi mesin tetap aman dan optimal.
Agar kendaraan tidak mudah mogok saat musim hujan:
Saat musim hujan tiba, risiko genangan hingga banjir di jalan raya meningkat. Banyak pengendara mobil dihadapkan pada situasi sulit: menerjang banjir atau mencari jalur alternatif. Keputusan yang salah bisa berujung pada kerusakan mesin, korsleting, bahkan mogok di tengah jalan.
A: Aman jika ketinggian air masih di bawah batas aman dan mobil melaju dengan kecepatan konstan tanpa berhenti di tengah genangan air.
A: Penyebab utama adalah air masuk ke saluran udara sehingga mesin tidak bisa melakukan pembakaran normal.
A: Keringkan rem, cek filter udara dan saluran udara, periksa oli, serta lakukan servis jika kendaraan terasa tidak normal.
Melewati banjir saat musim hujan memang sering tidak bisa dihindari, terutama bagi pengendara di kota besar. Namun, menerjang banjir tanpa strategi justru dapat membuat kendaraan mogok dan menimbulkan kerusakan serius, terutama jika air sampai masuk ke saluran udara atau sistem kelistrikan.
Karena itu, penting untuk menjaga kecepatan tetap konstan, tidak berhenti di tengah genangan air, serta memastikan kendaraan melaju dengan teknik yang aman. Setelah berhasil melewati banjir dengan mobil maupun motor, jangan lupa melakukan pengecekan rem, filter udara, serta kondisi oli agar kendaraan tetap prima.
Sebagai solusi praktis, Anda bisa berbelanja kebutuhan otomotif di AstraOtoShop, e-commerce resmi dari PT Astra Otoparts Tbk yang menyediakan berbagai sparepart mobil dan motor original, mulai dari oli, aki, filter udara, kampas rem, hingga berbagai komponen penting lainnya.
Cek kebutuhan sparepart kendaraan Anda sekarang. Kunjungi astraotoshop.com dan beli sparepart mobil dan motor dengan mudah, aman, dan terpercaya untuk perjalanan yang lebih nyaman saat musim hujan.
Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai suku cadang, hubungi layanan konsumen Astra Otoshop di nomor telepon 1500725 atau chat melalui WhatsApp.