Aki tidak bisa menyimpan setrum bisa disebabkan usia aki, sulfasi, terminal berkarat, atau sistem pengisian bermasalah. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.
Penyebab aki tidak bisa menyimpan setrum tidak selalu aki rusak. Kondisi ini bisa terjadi karena kapasitas aki sudah menurun, sulfasi, terminal bermasalah, kebocoran arus, atau sistem pengisian yang tidak bekerja optimal.
Cara membedakannya adalah melihat apakah aki kembali lemah setelah dicas, tidak terisi saat mesin hidup, atau justru terkuras ketika kendaraan dalam kondisi mati. Simak panduannya dalam pembahasan berikut.
Baca Juga: Berapa Usia Aki Motor Matic? Ini Tanda Sudah Harus Ganti
Aki memiliki masa pakai terbatas. Seiring pemakaian, kemampuan aki untuk menyimpan dan menghasilkan daya dapat menurun.
Aki yang sudah lemah biasanya menunjukkan gejala seperti starter terasa berat, lampu meredup, atau kendaraan kembali sulit dinyalakan setelah didiamkan.
Jika setelah dicas aki hanya mampu bertahan sebentar sebelum kembali lemah, kondisi internal aki perlu diperiksa.
Sulfasi terjadi ketika aki timbal-asam terlalu lama berada dalam kondisi kurang terisi. Kristal timbal sulfat kemudian dapat menumpuk pada pelat aki dan mengurangi kemampuan aki menerima serta menyimpan muatan.
Jika sulfasi sudah berat, pengisian ulang belum tentu dapat mengembalikan kapasitas aki seperti semula.
Terminal yang kotor, longgar, atau mengalami korosi dapat menghambat aliran listrik antara aki dan sistem kelistrikan kendaraan. Akibatnya, starter bisa bermasalah dan proses pengisian aki juga dapat terganggu.
Jadi, sebelum menyimpulkan aki rusak, periksa kondisi terminal dan sambungan kabelnya.
Pada mobil, sistem pengisian melibatkan alternator, regulator, belt, dan rangkaian kabel. Pada motor, sistem pengisian melibatkan komponen seperti spul atau stator, regulator/rectifier, dan kabel kelistrikan.
Jika sistem tersebut bermasalah, aki dapat tidak terisi secara optimal meski aki masih dalam kondisi baik.
Kendaraan tetap membutuhkan sedikit daya ketika mesin mati untuk sistem tertentu. Namun, konsumsi listrik yang berlebihan dapat membuat aki terkuras meski kendaraan sedang tidak digunakan.
Kondisi ini disebut parasitic drain. Penyebabnya dapat berupa aksesori tambahan, lampu yang tetap menyala, atau gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan.
Aki yang tidak bisa menyimpan daya dapat dicurigai ketika setelah mendapat pengisian yang memadai, tegangannya kembali turun dengan cepat dan kendaraan kembali sulit dinyalakan. Namun, hasil tersebut sebaiknya tidak langsung dijadikan dasar untuk mengganti aki.
Pemeriksaan dapat dimulai dari kondisi terminal dan sambungan kabel, kemudian dilanjutkan dengan pengujian tegangan aki menggunakan multimeter atau battery tester. Jika hasil pengujian aki masih baik tetapi daya terus berkurang, sistem pengisian dan kemungkinan kebocoran arus perlu diperiksa
Baca Juga: Perbedaan Aki Soak dan Aki Rusak Total, Jangan Sampai Salah Diagnosis
Penanganan aki tidak bisa menyimpan setrum bergantung pada penyebabnya. Simak tabel berikut.
Temuan | Tindakan |
| Aki hanya kekurangan daya | Isi ulang dengan charger yang sesuai |
| Terminal kotor/korosi | Bersihkan dan kencangkan koneksi |
| Sistem pengisian bermasalah | Periksa komponen sistem pengisian |
| Ada kebocoran arus | Cari sumber konsumsi listrik berlebih |
| Kapasitas aki sudah menurun | Pertimbangkan penggantian aki |
Aki perlu dipertimbangkan untuk diganti jika hasil pemeriksaan menunjukkan kapasitasnya sudah menurun dan tidak lagi mampu menyimpan daya dengan baik.
Salah satu indikasinya adalah aki kembali lemah dalam waktu singkat meski sudah mendapatkan pengisian yang memadai dan sistem pengisian kendaraan bekerja normal.
Penggantian juga lebih masuk akal jika aki sudah melewati masa pakai, mengalami kerusakan fisik, atau performanya terus menurun. Sebaliknya, jika aki masih dalam kondisi baik tetapi cepat tekor, periksa sistem pengisian dan kemungkinan kebocoran arus sebelum membeli aki baru.
Baca Juga: Cara Cek Aki Sendiri di Rumah untuk Menjaga Performa Mobil
Aki tidak bisa menyimpan setrum dapat disebabkan usia aki, sulfasi, kerusakan internal, terminal bermasalah, kebocoran arus, atau sistem pengisian kendaraan yang tidak optimal.
Aki baru yang cepat habis dapat disebabkan sistem pengisian bermasalah, kebocoran arus, sambungan yang buruk, atau penggunaan listrik yang berlebihan. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan aki baru tersebut rusak.
Aki yang hanya kehilangan daya masih dapat dicas dengan charger yang sesuai. Namun, aki yang sudah mengalami kerusakan atau sulfasi berat mungkin tidak dapat kembali ke kapasitas semula.
Aki yang sehat membutuhkan sistem pengisian dan kelistrikan kendaraan yang bekerja dengan baik. Jika aki berulang kali tekor atau tidak mampu menyimpan daya setelah dicas, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber masalahnya.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan aki memang sudah tidak mampu mempertahankan daya, penggantian aki dengan spesifikasi yang sesuai kendaraan dapat menjadi solusi. Untuk kebutuhan tersebut, temukan aki mobil dan aki motor melalui AstraOtoshop.com.
Untuk mendapatkan bantuan memilih produk yang sesuai dengan kendaraan, hubungi layanan pelanggan Astra Otoshop melalui 1500725 atau WhatsApp resmi Astra Otoshop.