Cara menghemat baterai mobil listrik, termasuk hybrid, agar penggunaan energi lebih efisien. Simak tips berkendara, pengereman, dan perawatan baterai.
Cara menghemat baterai mobil listrik, termasuk pada mobil hybrid, dapat dilakukan dengan mengatur gaya berkendara, memanfaatkan fitur kendaraan, dan menjaga kondisi komponen pendukungnya.
Dalam artikel ini, pembahasan difokuskan pada mobil hybrid, terutama cara menggunakan energi baterai secara lebih efisien saat berkendara. Kebiasaan seperti akselerasi, pengereman, berhenti di lampu merah, hingga penggunaan AC dapat memengaruhi konsumsi energi kendaraan.
Berikut tips yang bisa diterapkan untuk membantu menghemat penggunaan energi sekaligus menjaga kondisi baterai mobil hybrid tetap optimal.
Baca Juga: Mobil Hybrid: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya
Pada mobil hybrid, efisiensi energi dipengaruhi oleh cara kendaraan berakselerasi, melambat, berhenti, hingga menggunakan fitur kelistrikan. Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi penggunaan energi yang tidak diperlukan.
Hindari menekan pedal gas secara mendadak, terutama ketika kondisi lalu lintas tidak membutuhkan akselerasi cepat. Akselerasi agresif membuat kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar sehingga penggunaan energi juga dapat meningkat.
Sebaliknya, tekan pedal gas secara bertahap dan sesuaikan dengan kondisi jalan. Saat kendaraan sudah mencapai kecepatan yang dibutuhkan, pertahankan laju secara stabil selama kondisi lalu lintas memungkinkan.
Salah satu fitur penting pada sistem hybrid adalah regenerative braking. Ketika kendaraan melambat, motor listrik dapat bekerja sebagai generator sehingga sebagian energi kinetik kendaraan dikonversi menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai.
Namun, bukan berarti semakin sering mengerem maka baterai akan semakin cepat terisi. Jumlah energi yang dapat dipulihkan bergantung pada kondisi kendaraan dan sistem hybrid yang digunakan.
Karena itu, manfaatkan regenerative braking sebagai bagian dari proses berkendara normal. Jangan melakukan pengereman secara sengaja hanya untuk mengejar pengisian baterai karena keselamatan tetap menjadi prioritas.
Perubahan kecepatan yang terlalu sering dapat membuat kendaraan berulang kali membutuhkan energi untuk berakselerasi.
Ketika kondisi jalan memungkinkan, pertahankan kecepatan secara stabil dan antisipasi situasi lalu lintas dari jauh. Misalnya, jika melihat antrean kendaraan di depan, kurangi kecepatan secara bertahap daripada terus mempertahankan laju lalu mengerem mendadak.
Cara ini tidak hanya membantu efisiensi energi, tetapi juga membuat perjalanan lebih nyaman.
Untuk mobil hybrid dengan transmisi otomatis, saat berhenti sebentar di lampu merah, pengemudi dapat tetap berada di posisi D (Drive) sambil menahan pedal rem, selama prosedur tersebut sesuai dengan petunjuk penggunaan kendaraan.
Untuk berhenti singkat, tidak perlu memindahkan transmisi ke N hanya dengan tujuan menghemat baterai. Pada mobil hybrid dengan transmisi otomatis, pengemudi umumnya dapat tetap di posisi D sambil menahan pedal rem, selama sesuai dengan petunjuk penggunaan kendaraan.
Dengan demikian, pengemudi tidak perlu mengatur perpindahan sumber tenaga secara manual setiap kali berhenti. Sistem hybrid akan mengelola penggunaan mesin dan motor listrik berdasarkan kondisi kendaraan.
Untuk berhenti dalam waktu lama atau kondisi tertentu, tetap ikuti petunjuk pada buku manual karena pengoperasian setiap model hybrid dapat berbeda.
AC dan berbagai perangkat kelistrikan kendaraan membutuhkan energi untuk beroperasi. Karena itu, gunakan sesuai kebutuhan tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Atur suhu kabin pada tingkat yang nyaman dan gunakan fitur kelistrikan sesuai kondisi. Saat kendaraan sudah diparkir, pastikan perangkat yang tidak diperlukan tidak dibiarkan aktif.
Kondisi ban juga dapat memengaruhi efisiensi kendaraan. Tekanan ban yang tidak sesuai rekomendasi dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak.
Periksa tekanan ban secara berkala dan gunakan angka yang direkomendasikan pabrikan kendaraan. Jangan menjadikan angka tekanan maksimum pada dinding ban sebagai patokan utama.
Baca Juga: Apakah Mobil Hybrid dan Start-Stop Bikin Aki Lebih Cepat Rusak?
Menghemat energi selama perjalanan dan memperpanjang usia baterai merupakan dua hal yang berbeda. Berkendara secara efisien membantu mengurangi penggunaan energi, sedangkan umur baterai juga dipengaruhi oleh kondisi sistem dan cara kendaraan dirawat.
Lakukan pemeriksaan sesuai jadwal yang direkomendasikan pabrikan. Jangan hanya memperhatikan baterai hybrid, tetapi juga komponen pendukung kendaraan.
Jika muncul indikator peringatan terkait sistem hybrid atau baterai, jangan mengabaikannya. Segera periksa kendaraan sesuai rekomendasi pabrikan atau bawa ke bengkel yang memiliki teknisi kompeten.
Baterai hybrid memiliki sistem pengelolaan temperatur. Karena itu, area atau komponen yang berfungsi membantu pendinginan baterai perlu dijaga agar tidak terhalang kotoran atau benda lain.
Jika terdapat ventilasi baterai pada kabin, jangan menutup atau menumpuk barang di area tersebut.
Setiap model hybrid dapat memiliki karakter sistem, prosedur pengoperasian, dan rekomendasi perawatan yang berbeda. Karena itu, buku manual kendaraan tetap menjadi acuan utama.
Baca Juga: Catat! 13 Komponen Mobil Hybrid yang Wajib Dicek Secara Berkala agar Tetap Awet
Gunakan akselerasi secara bertahap, pertahankan kecepatan stabil, manfaatkan regenerative braking secara natural, gunakan AC sesuai kebutuhan, dan pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
Ya. Regenerative braking dapat mengubah sebagian energi kinetik saat kendaraan melambat menjadi energi listrik yang disimpan kembali ke baterai.
Untuk berhenti singkat, tetap di posisi D sambil menahan pedal rem jika sesuai dengan petunjuk penggunaan kendaraan. Jangan memindahkan transmisi ke N hanya karena menganggap posisi tersebut otomatis menghemat baterai.
Penggunaan AC membutuhkan energi, tetapi tidak berarti AC harus dimatikan untuk menghemat baterai. Gunakan pengaturan AC secara wajar sesuai kebutuhan dan ikuti rekomendasi pabrikan.
Tidak selalu. HEV umumnya mengisi baterai melalui sistem kendaraan, sedangkan PHEV dapat diisi dari sumber listrik eksternal.
Cara menghemat baterai mobil listrik, khususnya pada mobil hybrid, tidak hanya bergantung pada cara menggunakan baterai. Gaya berkendara, pemanfaatan regenerative braking, kebiasaan saat berhenti, tekanan ban, hingga perawatan kendaraan juga dapat memengaruhi efisiensi energi.
Untuk menjaga kondisi kendaraan, lengkapi kebutuhan perawatan mulai dari oli mobil, aki mobil, ban mobil, hingga sparepart mobil di AstraOtoshop.com.
Jika membutuhkan pemeriksaan atau perawatan lebih lanjut, manfaatkan layanan bengkel dan teknisi dari Astra Otoservice atau Shop & Drive.
Masih membutuhkan rekomendasi produk yang sesuai dengan mobil Anda? Hubungi layanan pelanggan Astra Otoshop melalui 1500725 atau WhatsApp resmi Astra Otoshop.