Cari tahu biaya cas aki mobil, lama pengerjaan, hingga tanda aki perlu disetrum. Dapatkan solusi aki drop hanya di AstraOtoshop, mitra otomotif terpercaya Anda.
Menjaga performa kelistrikan kendaraan adalah hal yang krusial bagi setiap pemilik roda empat. Salah satu komponen yang sering kali mengalami penurunan performa seiring usia pemakaian adalah aki, yang berfungsi sebagai penyimpan energi listrik utama.
Ketika mobil sulit dihidupkan, banyak orang langsung terpikir untuk mengganti unit baru. Padahal, dalam kondisi tertentu, melakukan cas aki mobil bisa menjadi solusi yang jauh lebih ekonomis untuk mengembalikan daya yang sempat menurun atau "drop".
Memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pengecasan serta mengetahui estimasi biaya yang diperlukan akan membantu Anda merawat kendaraan dengan lebih efisien. Simak panduan lengkap mengenai prosedur setrum aki berikut ini agar performa kendaraan Anda tetap terjaga.
Biaya untuk melakukan cas aki mobil cukup bervariasi, tergantung pada lokasi bengkel dan jenis layanan yang Anda pilih. Secara umum, biaya setrum aki berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per unit untuk layanan standar di bengkel spesialis aki. Beberapa bengkel mungkin mengenakan tarif sedikit lebih tinggi jika kapasitas aki (Ah) sangat besar atau jika memerlukan perlakuan khusus.
Mengenai lama pengerjaan, hal ini sangat bergantung pada kondisi kesehatan sel aki dan metode pengisian yang digunakan. Terdapat dua jenis pengisian yang umum dilakukan di bengkel:
Metode ini menggunakan arus listrik yang tinggi untuk mengisi daya dalam waktu singkat. Biasanya, proses fast charging hanya memerlukan waktu sekitar 1 hingga 3 jam saja. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan metode ini secara terus-menerus tidak disarankan karena dapat memperpendek usia pakai aki akibat suhu panas yang dihasilkan saat pengisian cepat.
Sesuai namanya, metode ini mengisi daya dengan arus kecil secara perlahan. Keuntungannya adalah pengisian menjadi lebih stabil dan tidak merusak sel-sel di dalam aki. Proses ini biasanya memakan waktu antara 8 hingga 12 jam, bahkan bisa lebih lama jika kondisi aki benar-benar kosong. Metode ini sangat direkomendasikan agar daya aki kembali optimal dan lebih tahan lama.
Baca Juga: Panduan Pengisian Aki Kering
Tidak semua masalah kelistrikan berarti aki sudah rusak total. Terkadang, aki hanya kehilangan daya karena faktor eksternal, seperti mobil yang jarang dipanaskan atau penggunaan aksesori elektronik yang berlebihan saat mesin mati. Berikut adalah indikator bahwa aki Anda membutuhkan pengisian ulang:
Saat Anda memutar kunci kontak atau menekan tombol start, motor starter terdengar lemah atau tersendat-sendat. Ini adalah indikator paling umum bahwa tegangan listrik di dalam aki tidak cukup kuat untuk memutar mesin. Jika tegangan berada di bawah 12 volt, segera lakukan pengecekan untuk mempertimbangkan cas aki mobil agar tidak mogok di jalan.
Perhatikan intensitas cahaya pada lampu utama (headlamp) atau lampu interior. Jika sinarnya tampak lebih redup dari biasanya, terutama saat beban kelistrikan ditambah (seperti menyalakan AC), itu menandakan suplai daya dari aki mulai melemah. Kondisi ini sering kali diperparah jika sistem pengisian alternator kendaraan tidak bekerja maksimal.
Indikator sederhana lainnya bisa dicek melalui suara klakson. Aki yang dayanya mulai habis akan menghasilkan suara klakson yang tidak bertenaga atau terdengar sumbang. Sebelum memutuskan mengganti komponen, ada baiknya melakukan pengetesan tegangan terlebih dahulu di bengkel terpercaya.
Baca Juga: Tips Memperbaiki Aki yang Mati Total Tanpa Perlu ke Bengkel
Melakukan pengisian daya tidak bisa dilakukan sembarangan, terutama jika Anda mencoba menggunakan alat charger portabel di rumah. Keamanan harus menjadi prioritas utama untuk menghindari risiko arus pendek atau kerusakan pada sistem ECU mobil modern yang sensitif.
Sebelum memulai proses pengecasan, sangat disarankan untuk melepas aki dari dudukannya di mobil. Pastikan Anda melepas kabel negatif (hitam) terlebih dahulu, baru kemudian kabel positif (merah). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya percikan api jika alat kerja tidak sengaja menyentuh bodi mobil yang berfungsi sebagai ground.
Untuk pengguna aki basah, pastikan level air aki berada di antara garis lower dan upper. Jika kurang, tambahkan air aki (tutup biru) secukupnya. Selain itu, bersihkan kerak putih yang menempel pada terminal aki menggunakan air panas atau sikat kawat agar aliran listrik dari alat cas dapat masuk dengan sempurna tanpa hambatan.
Gunakan voltase yang sesuai dengan spesifikasi aki, umumnya 12V untuk mobil penumpang. Untuk pengisian yang ideal, gunakan arus (Amper) sebesar 10% dari kapasitas aki. Misalnya, jika aki Anda berkapasitas 60Ah, maka atur arus pengisian di angka 6 Ampere. Pengisian yang lambat namun stabil akan memberikan hasil terbaik bagi kesehatan jangka panjang komponen tersebut.
Ketahui juga ciri-ciri aki mobil lemah lainnya agar Anda bisa melakukan tindakan preventif sebelum kendaraan benar-benar tidak bisa dihidupkan. Selalu konsultasikan dengan buku manual kendaraan untuk spesifikasi pengisian yang paling tepat.
Melakukan cas aki mobil secara berkala atau saat daya mulai menurun merupakan langkah perawatan yang bijak untuk memperpanjang usia pakai komponen kelistrikan. Dengan mengetahui estimasi biaya dan lama pengerjaan, Anda dapat mengatur jadwal servis dengan lebih baik tanpa harus terburu-buru mengganti aki baru jika kondisi selnya masih layak digunakan.
Namun, jika aki sudah berkali-kali dicas tetapi dayanya tetap cepat habis, itu adalah sinyal bahwa sel aki sudah soak dan saatnya melakukan penggantian. Anda bisa menemukan berbagai pilihan aki mobil orisinal seperti merek GS Astra yang terjamin kualitasnya hanya di AstraOtoShop. Selain aki, lengkapi kebutuhan kendaraan Anda mulai dari ban mobil hingga oli mobil berkualitas tinggi.
Informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui layanan pelanggan di 1500725 atau konsultasi langsung via WhatsApp.