Temukan jenis APAR mobil yang tepat & fungsinya! Panduan memilih alat pemadam api ringan (APAR) untuk mobil Anda. Pilih jenis APAR mobil terbaik!
Banyak pengemudi baru sadar pentingnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) mobil setelah melihat kejadian kebakaran di jalan. Padahal, kebakaran mobil tidak selalu berawal dari tabrakan besar. Korsleting listrik kecil, kebocoran selang bahan bakar, atau suhu mesin yang terlalu panas bisa memicu api dalam hitungan menit.
APAR adalah alat yang berfungsi untuk memadamkan api pada skala kecil sebelum berkembang lebih besar. Artikel ini membahas jenis-jenis APAR mobil, fungsi masing-masing, serta cara memilih APAR untuk mobil yang tepat.
Baca Juga: Kebakaran Mobil Listrik: Cara Memadamkan yang Benar dan Aman
APAR adalah singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan, yaitu alat pemadam kebakaran portabel yang dirancang khusus untuk memadamkan api skala kecil sebelum membesar. Bentuknya ringkas, mudah dibawa, dan bisa dioperasikan siapa saja tanpa pelatihan khusus.
Keberadaan APAR di mobil menjadi sangat penting dalam kondisi darurat. Kebakaran pada mobil bisa dipicu oleh korsleting listrik pada sistem kelistrikan kendaraan, kebocoran bahan bakar, hingga panas berlebih pada mesin. Dengan memiliki APAR di mobil, Anda punya alat pertama yang efektif sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.
Tidak semua APAR bekerja dengan cara yang sama. Setiap APAR jenis tertentu menggunakan bahan pemadam yang berbeda dan dirancang untuk jenis kebakaran yang spesifik. Kenali jenis-jenis alat pemadam api berikut agar Anda tidak salah pilih.
APAR jenis serbuk kimia kering adalah yang paling umum digunakan sebagai APAR untuk mobil. Bahan pemadamnya menggunakan campuran mono amonium dan amonium sulfat yang bekerja dengan cara menutup bahan yang terbakar sehingga oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran.
Keunggulan utamanya adalah serbaguna: cocok untuk kebakaran kelas A dari bahan padat, kebakaran kelas B dari cairan mudah terbakar, sekaligus cocok untuk kebakaran kelas C yang disebabkan oleh arus listrik. Inilah yang membuat APAR serbuk kimia menjadi pilihan paling relevan untuk kondisi kebakaran di mobil.
APAR karbon dioksida atau APAR CO2 menggunakan gas karbon dioksida bertekanan sebagai bahan pemadam apinya. Gas ini bekerja dengan mengisolasi oksigen dari bahan yang terbakar sehingga api cepat padam tanpa meninggalkan residu apa pun.
APAR jenis karbon dioksida sangat cocok untuk kebakaran kelas B dan kebakaran kelas C, termasuk kebakaran yang disebabkan oleh arus listrik pada komponen mobil. Namun, APAR CO2 kurang efektif untuk kebakaran kelas A karena tidak mampu mendinginkan benda padat yang terbakar.
APAR jenis busa menggunakan Aqueous Film Forming Foam (AFFF) sebagai bahan pemadam utamanya. Saat disemprotkan, busa membungkus permukaan bahan yang terbakar sehingga oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran lebih lanjut.
APAR busa efektif untuk memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh cairan mudah terbakar seperti bensin atau minyak (kebakaran kelas B), serta cocok untuk kebakaran kelas A. Namun, APAR ini kurang umum digunakan untuk kendaraan kecil karena busa meninggalkan residu yang perlu dibersihkan dari komponen mobil setelah digunakan.
APAR clean agent menggunakan bahan kimia khusus yang tidak meninggalkan residu sama sekali setelah digunakan. Cara kerjanya mirip dengan APAR CO2 dengan mengisolasi oksigen dari sumber api secara cepat tanpa mengotori area sekitarnya.
Jenis pemadam ini sangat aman untuk perangkat elektronik dan komponen sensitif kendaraan. Satu hal yang perlu dipertimbangkan saat membeli APAR jenis ini: harganya biasanya lebih mahal dibanding jenis lainnya.
Dari keempat jenis di atas, APAR yang cocok untuk mobil pribadi adalah dry chemical powder. Sifatnya yang multifungsi membuatnya mampu memadamkan kebakaran dari hampir semua sumber api yang umum terjadi pada kendaraan.
Untuk ukuran, APAR dengan kapasitas 1 kg hingga 2 kg sudah ideal untuk kendaraan pribadi. Ukurannya ringkas, mudah dipasang dengan bracket di dalam kabin, dan memenuhi standar keselamatan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 74 Tahun 2021 tentang fasilitas tanggap darurat kendaraan bermotor.
Memahami jenis apar saja belum cukup. Anda juga perlu tahu apa saja fungsi nyata APAR pada mobil agar makin yakin pentingnya alat ini ada di kendaraan Anda:
Memilih alat pemadam api ringan yang tepat bukan soal harga saja. Ada beberapa faktor penting yang menentukan apakah APAR benar-benar bisa diandalkan saat darurat terjadi.
Untuk mobil pribadi, ukuran 1 kg hingga 2 kg sudah sangat cukup. Ukuran ini ringan, tidak memakan ruang kabin, dan bisa dioperasikan dengan satu tangan sekalipun dalam kondisi panik.
Jangan membeli APAR dari kaleng semprot biasa yang dijual bebas tanpa sertifikasi. Pastikan APAR yang Anda beli memiliki sertifikasi SNI atau standar internasional yang diakui, karena APAR tanpa sertifikat resmi berisiko tidak berfungsi saat benar-benar dibutuhkan.
Setiap APAR memiliki masa kedaluwarsa yang berbeda tergantung jenis bahan pemadam apinya. APAR busa umumnya kedaluwarsa dalam 2 tahun, sedangkan APAR serbuk dan CO2 bisa bertahan hingga 5 tahun. Meski belum pernah dipakai, APAR tetap harus diganti atau diisi ulang sesuai jadwalnya.
Situasi darurat tidak memberi banyak waktu untuk membaca instruksi. Pilih APAR yang tuasnya mudah ditekan, nozelnya ergonomis, dan memiliki petunjuk singkat yang tercetak jelas pada tabungnya. Penggunaan alat pemadam api yang salah justru bisa memperburuk situasi.
APAR yang tidak bisa diraih saat darurat sama saja tidak berguna. Tempatkan di posisi yang mudah dijangkau pengemudi, seperti di bawah jok atau di samping konsol tengah, dan pastikan posisinya aman dari paparan sinar matahari langsung.
Memiliki APAR saja belum cukup jika penyimpanannya salah. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
Baca juga: 5 Faktor Mobil Terbakar Saat Isi BBM, Waspadai Penyebabnya!
Masih ada pertanyaan seputar APAR yang perlu Anda ketahui sebelum membelinya? Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul seputar APAR mobil.
Ya. Berdasarkan regulasi pemerintah, setiap kendaraan penumpang wajib memiliki alat pemadam api ringan sebagai standar keselamatan. Ini bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari ketentuan resmi yang berlaku untuk kendaraan bermotor di Indonesia.
Umumnya, APAR dengan kapasitas 1 kg hingga 2 kg sudah cukup untuk penggunaan darurat di kendaraan pribadi. Ukuran ini sesuai standar pemerintah, ringan, dan tidak memakan banyak ruang kabin.
APAR jenis yang cocok dan paling direkomendasikan adalah dry chemical powder karena sifatnya yang multifungsi dan efektif untuk berbagai jenis kebakaran yang umum terjadi pada kendaraan.
Memahami jenis apar mobil yang tepat adalah langkah awal yang paling penting sebelum terjadi kebakaran di mobil. Dari berbagai jenis alat pemadam api ringan yang tersedia, dry chemical powder tetap menjadi pilihan paling praktis dan serbaguna untuk kendaraan pribadi karena efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C sekaligus.
Selain melengkapi kendaraan dengan APAR, pastikan kondisi mobil Anda selalu prima dengan sparepart berkualitas original. Temukan berbagai pilihan sparepart terpercaya di AstraOtoShop.com, e-commerce resmi Astra untuk kebutuhan kendaraan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami via WhatsApp atau 1500 725.