Pahami tingkat kekentalan oli power steering yang tepat untuk mobil Anda. Hindari salah pilih pelumas demi menjaga sistem kemudi tetap ringan dan awet.
Sistem kemudi hydraulic power steering sangat bergantung pada kondisi dan kualitas pelumas hidrolik di dalamnya. Komponen ini bekerja menggunakan tekanan fluida untuk meringankan putaran roda kemudi, sehingga kontrol kendaraan menjadi lebih responsif dan nyaman saat berkendara.
Banyak pemilik kendaraan yang belum memahami bahwa kekentalan oli power steering memegang peranan kunci dalam menjaga kinerja sistem ini. Pemilihan tingkat viskositas yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan dapat memicu gangguan mekanis, mulai dari setir terasa berat hingga kerusakan pada komponen pompa hidrolik.
Memahami spesifikasi pelumas kemudi membantu Anda mencegah potensi kerusakan dini pada sistem kemudi kendaraan. Simak ulasan lengkap mengenai tingkat viskositas pelumas power steering beserta panduan pemilihannya agar komponen kendaraan Anda tetap awet.
Pemilihan oli power steering tidak boleh sembarangan karena setiap kendaraan memiliki standar viskositas dan spesifikasi khusus. Berikut adalah penjelasan mengenai standar serta jenis spesifikasi oli yang umum beredar di pasaran:
Kekentalan oli power steering umumnya tidak menggunakan standar SAE seperti pelumas mesin, melainkan menggunakan standar fluida transmisi otomatis atau Automatic Transmission Fluid (ATF). Tingkat viskositas fluida ini dirancang khusus agar tetap stabil dalam rentang suhu kerja yang luas serta mampu mengalir lancar melalui saluran hidrolik yang sempit.
Pabrikan otomotif biasanya merekomendasikan fluida dengan spesifikasi DEXRON II, DEXRON III, atau spesifikasi khusus Power Steering Fluid (PSF). Viskositas pelumas jenis ini cukup encer untuk memberikan respons tekanan yang presisi, namun memiliki ketahanan geser yang baik untuk melindungi komponen internal dari gesekan berlebih.
Penggunaan oli dengan viskositas yang tidak sesuai standar dapat memicu berbagai masalah serius pada sistem kemudi. Baik kekentalan yang berlebih maupun terlalu encer, keduanya membawa efek negatif tersendiri bagi performa dan komponen kendaraan.
Penggunaan fluida kemudi yang terlalu kental menyebabkan sirkulasi pelumas menjadi lambat, terutama saat kondisi mesin masih dingin. Hal ini mengakibatkan kinerja pompa hidrolik menjadi lebih berat, menimbulkan suara mendengung (whining noise), serta membuat putaran setir terasa berat saat kendaraan baru dinyalakan.
Sebaliknya, jika viskositas fluida terlalu rendah atau terlalu encer, tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa tidak akan maksimal. Selain itu, lapisan pelumas menjadi terlalu tipis sehingga kurang optimal dalam meredam gesekan antar komponen logam, yang berisiko mempercepat keausan vane pump dan menyebabkan kebocoran pada seal kemudi.
Untuk memastikan viskositas pelumas yang digunakan sesuai dengan spesifikasi pabrikan, Anda tidak perlu bingung. Ada dua sumber informasi utama yang paling mudah dan akurat untuk Anda periksa langsung pada kendaraan.
Langkah paling akurat untuk menentukan spesifikasi dan kekentalan oli power steering adalah dengan merujuk pada buku manual kendaraan Anda. Pabrikan telah memperhitungkan ketebalan celah mekanis (clearance) dan tekanan kerja sistem hidrolik secara spesifik pada setiap tipe mobil.
Sebagian besar produsen mobil menyertakan informasi jenis fluida yang dibutuhkan pada bagian penutup tabung reservoir power steering. Anda biasanya akan menemukan cetakan tulisan seperti "Use ATF DEXRON Approved" atau "PSF Only" sebagai acuan cepat saat hendak menambah atau mengganti fluida kemudi.
Kondisi fluida kemudi yang perlu diganti biasanya memberikan sinyal yang cukup jelas pada kendaraan. Berikut adalah tanda-tanda utama yang bisa Anda amati dari kondisi cairan serta respons kemudi:
Oli power steering yang masih baru umumnya berwarna merah cerah atau bening transparan. Jika warna fluida berubah menjadi cokelat tua atau hitam, serta menunjukkan tekstur agak menggumpal atau berbau gosong, itu menandakan bahwasanya pelumas telah mengalami degradasi thermal dan terkontaminasi oleh partikel aus.
Penurunan kualitas serta perubahan kekentalan fluida biasanya ditandai dengan munculnya getaran pada setir saat diputar penuh, putaran setir terasa berat mendadak, atau timbul bunyi berdecit dari area kompartemen mesin. Jika gejala ini muncul, segera cek kondisi komponen power steering kendaraan Anda sebelum terjadi kerusakan yang lebih berat.
Baca Juga: Ciri-Ciri Power Steering Bermasalah
Menjaga kualitas oli power steering memerlukan perhatian pada jadwal servis dan metode perawatan yang tepat. Berikut adalah panduan estimasi waktu penggantian beserta prosedur pembilasan sistem hidrolik kendaraan Anda:
Secara umum, penggantian oli power steering disarankan setiap jarak tempuh 40.000 hingga 50.000 kilometer, atau sekitar 2 tahun sekali. Namun, kondisi jalanan yang sering macet atau medan berat dapat mempercepat penurunan kualitas fluida, sehingga selalu cek buku servis kendaraan Anda untuk memastikan jadwal perawatan yang tepat.
Saat melakukan penggantian, sangat disarankan untuk melakukan pembilasan (flushing) agar sisa oli lama dan kotoran endapan di dalam sirkulasi dapat terbuang sempurna. Mencampur pelumas lama dengan yang baru atau mencampur dua jenis fluida dengan spesifikasi berlainan dapat merusak kestabilan kekentalan oli power steering.
Pemilihan tingkat kekentalan oli power steering yang sesuai spesifikasi pabrikan sangat menentukan kelancaran sirkulasi tekanan hidrolik dan keawetan komponen kemudi. Perawatan berkala serta penggantian fluida tepat waktu akan menjaga kendali kendaraan tetap ringan, presisi, dan aman digunakan sehari-hari.
Rawat sistem kemudi kendaraan Anda dengan menggunakan cairan pelumas berkualitas dan dijamin original dari AstraOtoshop. Temukan berbagai kebutuhan pelumas dan perawatan kendaraan seperti oli mobil, aki mobil, hingga sparepart mobil lengkap untuk menjaga performa optimal mobil Anda.
Informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui layanan pelanggan di 1500725 atau konsultasi langsung via WhatsApp.