Pajak Kendaraan di Jawa Tengah 2026 naik? Cek fakta opsen PKB 16 persen di Jateng! Simak tarif, penerapan opsen PKB, dan dampaknya bagi wajib pajak.
Isu pajak kendaraan Jateng naik belakangan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak warga Jawa Tengah mengaku resah setelah mendengar kabar bahwa mulai 2026 pajak kendaraan akan bertambah. Informasi ini dikaitkan dengan penerapan opsen PKB 16 persen yang mulai berlaku pada tahun 2026.
Lantas, benarkah pajak kendaraan di Jawa Tengah benar-benar naik? Ataukah ada perubahan skema yang perlu dipahami lebih detail? Berikut pembahasannya.
Baca Juga: Apa Itu Opsen Pajak? Simak Penjelasan Opsen PKB BBNKB
Opsen PKB adalah singkatan dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor, yaitu tambahan pungutan yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Mulai 2026, pemerintah menerapkan perubahan skema pajak daerah sebagai bagian dari penyesuaian regulasi terbaru. Dalam skema baru ini, penerimaan pajak kendaraan akan dibagi lebih proporsional antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Penting untuk dipahami bahwa opsen PKB 2026 bukanlah pajak baru. Kebijakan ini merupakan penyesuaian mekanisme pembagian penerimaan pajak daerah agar lebih transparan dan terstruktur.
Dengan kata lain, sistemnya yang berubah bukan serta-merta menambah jenis pungutan baru di luar PKB yang sudah ada.
Pertanyaan utama masyarakat adalah, apakah pajak kendaraan di Jawa Tengah benar-benar naik? Di sinilah pentingnya membedakan antara aik secara nominal atau berubah secara skema perhitungan
Dalam sistem lama, pembayaran PKB langsung masuk sebagai pajak provinsi dengan pembagian tertentu ke kabupaten/kota melalui mekanisme internal. Sedangkan dalam sistem baru yang berlaku 2026, komponen pajak akan ditampilkan lebih jelas, yakni terdiri dari:
Banyak masyarakat mengira pajak kendaraan di Jawa langsung naik 16 persen, padahal yang berubah adalah mekanisme tarif opsen.
Secara total, beban pajak yang dibayarkan bisa saja tetap atau mengalami penyesuaian kecil tergantung kebijakan daerah, tetapi komposisinya kini lebih transparan.
Untuk memahami isu pajak kendaraan di Jateng naik, penting untuk mengetahui bagaimana perhitungan opsen dilakukan.
Tarif opsen sebesar 16 persen dihitung dari pokok PKB, bukan dari total pajak keseluruhan. Perhatikan komponen yang perlu dibedakan, seperti:
Misalnya:
Maka total pajak yang tertera menjadi:
Rp1.000.000 + Rp160.000 = Rp1.160.000
Dari simulasi ini terlihat bahwa tarif opsen menambah komponen pada lembar pajak. Namun, dalam praktiknya, penyesuaian tarif PKB juga bisa dilakukan agar total beban tetap terkendali sesuai kebijakan daerah.
Lalu, apakah masyarakat harus membayar pajak lebih mahal? Jawabannya tergantung pada struktur tarif akhir yang ditetapkan pemerintah daerah.
Secara konsep, opsen bertujuan untuk membagi penerimaan pajak, bukan semata-mata menaikkan beban masyarakat. Adapun dampak yang perlu dipahami, seperti:
Potensi dampak lainnya adalah munculnya persepsi bahwa pajak naik, padahal yang terjadi adalah perubahan mekanisme administrasi. Karena itu, penting bagi wajib pajak untuk memahami komponen pajak agar tidak salah persepsi saat menerima lembar pembayaran pajak kendaraan.
Di tengah isu pajak kendaraan di Jateng naik, pemilik kendaraan perlu lebih cermat dalam mengelola pengeluaran tahunan.
Beberapa tips yang bisa Anda lakukan, antara lain:
Perawatan rutin dapat mencegah kerusakan yang justru menambah pengeluaran di luar pajak tahunan.
Isu “pajak kendaraan Jateng naik” pada 2026 sebenarnya berkaitan dengan penerapan opsen PKB sebesar 16 persen. Perubahan ini lebih kepada penyesuaian mekanisme pembagian pajak daerah, bukan serta-merta kenaikan pajak baru yang membebani masyarakat.
Meski begitu, sebagai pemilik kendaraan, penting untuk memahami komponen tarif PKB dan tarif opsen agar tidak keliru saat membayar pajak kendaraan di Jawa, khususnya di Jawa Tengah. Dengan perencanaan keuangan yang baik dan perawatan kendaraan yang rutin, beban pengeluaran tahunan bisa tetap terkontrol.
Selain taat membayar pajak, jangan lupa juga menjaga performa kendaraan dengan menggunakan sparepart berkualitas. Anda bisa mendapatkannya melalui AstraOtoShop, e-commerce resmi dari Astra yang menyediakan berbagai sparepart mobil dan motor original serta terpercaya.
Mulai dari oli, aki, filter, hingga komponen penting lainnya tersedia lengkap dan terjamin kualitasnya.
Rawat kendaraan Anda sekarang juga dan beli sparepart berkualitas hanya di AstraOtoShop.com. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai suku cadang, hubungi layanan konsumen Astra Otoshop di nomor telepon 1500725 atau chat melalui WhatsApp.