Perbedaan aki soak dan kurang setrum dapat dilihat dari kondisi daya, respons setelah dicas, dan hasil pemeriksaan. Simak cara mengeceknya.
Ada perbedaan aki soak dan kurang setrum. Aki kurang setrum berarti daya aki sedang rendah, sedangkan aki soak menunjukkan kemampuan aki sudah menurun sehingga pengisian tidak lagi memulihkan performanya secara normal.
Perbedaan ini penting diketahui agar Anda tidak langsung mengganti aki yang sebenarnya masih bisa digunakan atau justru terus mengecas aki yang sudah mengalami penurunan kapasitas.
Baca Juga: Perbedaan Aki Soak dan Aki Rusak Total, Jangan Sampai Salah Diagnosis
Perbedaan utama keduanya terletak pada kondisi daya dan kemampuan aki setelah mendapatkan pengisian.
Kondisi | Aki kurang setrum | Aki soak |
| Kondisi daya | Daya sedang rendah | Kapasitas atau kemampuan starting sudah menurun |
| Setelah dicas | Tegangan dan performa dapat kembali jika aki masih sehat | Dapat tetap lemah karena kapasitas sudah menurun |
| Penyebab umum | Kendaraan jarang digunakan, beban listrik berlebih, pengisian tidak optimal | Degradasi akibat usia, sulfasi, atau kerusakan internal |
| Penanganan | Isi daya dan cari penyebabnya | Uji kondisi aki dan pertimbangkan penggantian jika sudah tidak layak |
Jadi, istilah kurang setrum lebih menggambarkan kondisi pengisian aki, sedangkan soak lebih berkaitan dengan kondisi atau kemampuan aki yang sudah menurun.
Aki yang kurang setrum belum tentu rusak. Beberapa tandanya antara lain:
Kondisi ini dapat terjadi ketika kendaraan jarang digunakan, terlalu banyak menggunakan perangkat listrik saat mesin mati, atau sistem pengisian tidak bekerja optimal.
Jika setelah dicas aki kembali bekerja normal dan tegangannya dapat dipertahankan, kondisi tersebut dapat mengarah pada masalah daya yang belum tentu menunjukkan aki sudah soak.
Aki soak dapat menunjukkan gejala yang mirip dengan aki kurang setrum. Pembeda yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah aki mendapatkan pengisian.
Beberapa tandanya yaitu:
Tegangan yang terlihat normal juga belum tentu membuktikan aki masih sehat. Pemeriksaan dengan battery tester dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan aki saat bekerja dengan beban.
Baca Juga: Kenapa Aki Cepat Soak? 7 Penyebab yang Sering Tidak Disadari
Jika kendaraan sulit distarter, jangan langsung menyimpulkan aki sudah soak. Lakukan pemeriksaan secara bertahap.
Lihat kondisi casing, terminal, dan kabel aki. Pastikan tidak terdapat keretakan, kebocoran, korosi berlebihan, atau sambungan terminal yang longgar.
Terminal yang kotor atau longgar dapat mengganggu aliran listrik sehingga gejalanya bisa menyerupai aki yang lemah.
Gunakan multimeter yang diatur pada mode tegangan DC untuk mengukur terminal positif dan negatif aki.
Sebagai gambaran, aki 12 V yang terisi tinggi dapat menunjukkan sekitar 12,6 V atau lebih, sedangkan tegangan yang lebih rendah dapat menunjukkan tingkat pengisian yang belum penuh. Namun, tegangan saja tidak cukup untuk memastikan aki sehat atau soak.
Setelah mesin berhasil dinyalakan, periksa kembali tegangan aki. Tegangan yang meningkat menunjukkan sistem pengisian sedang bekerja.
Jika tegangan pengisian tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan, masalah tidak selalu berasal dari aki. Alternator, regulator, kabel, dan komponen sistem pengisian juga perlu diperiksa.
Perhatikan bagaimana kendaraan merespons ketika tombol atau kunci starter digunakan.
Starter yang berputar lambat atau terasa berat dapat menjadi tanda kemampuan aki memasok arus starting sudah menurun. Namun, kondisi motor starter dan sambungan kabel juga dapat memengaruhi gejala tersebut.
Jika aki sudah dicas tetapi kembali lemah, lakukan pemeriksaan menggunakan battery tester atau load test.
Pemeriksaan ini lebih informatif daripada hanya melihat tegangan karena menguji kemampuan aki ketika menerima beban. Hasilnya dapat membantu menentukan apakah aki masih layak digunakan atau sudah waktunya diganti.
Keputusan sebaiknya dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya dari gejala awal.
Hasil pemeriksaan | Tindakan yang dapat dipertimbangkan |
| Daya aki rendah tetapi kondisi masih baik | Lakukan pengisian dengan charger yang sesuai |
| Setelah dicas kendaraan kembali normal | Gunakan dan pantau kondisinya |
| Aki cepat kembali lemah dalam waktu singkat | Periksa aki dan sistem pengisian |
| Starter tetap berat setelah dicas | Lakukan battery test atau pemeriksaan lebih lanjut |
| Kapasitas atau kemampuan starting sudah tidak memadai | Pertimbangkan penggantian aki |
Jika aki baru saja tekor, jangan langsung menggantinya sebelum mengetahui penyebabnya. Sebaliknya, jangan terus mengandalkan pengisian ulang jika aki sudah tidak mampu mempertahankan performanya.
Baca Juga: Tips Merawat Aki Mobil Agar Tetap Awet dan Tidak Mudah Soak
Bisa. Aki yang terlalu sering berada dalam kondisi kurang terisi dapat mengalami degradasi dan kehilangan kemampuan menyimpan daya secara bertahap.
Periksa tegangan, lakukan pengisian jika daya rendah, lalu lihat apakah performanya kembali normal. Jika aki cepat kembali lemah setelah dicas, lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan battery tester atau load test.
Pengisian dapat menaikkan tegangan aki yang kehilangan daya, tetapi tidak selalu mengembalikan kapasitas aki yang sudah mengalami degradasi atau kerusakan internal.
Setelah mengetahui perbedaan aki soak dan kurang setrum, pastikan penggantian aki dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan spesifikasi kendaraan.
Temukan berbagai pilihan aki mobil dan aki motor melalui AstraOtoshop.com. Jika membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, manfaatkan layanan bengkel dan teknisi dari Astra Otoservice atau Shop & Drive terdekat.
Masih bingung menentukan aki yang sesuai? Hubungi layanan pelanggan AstraOtoshop melalui 1500725 atau WhatsApp resmi AstraOtoshop.