Penasaran berapa tegangan aki motor normal? Cek standar voltase aki, cara mengeceknya, dan tips menjaga kesehatan aki motor Anda.
Kondisi aki yang sehat menjadi kunci kenyamanan berkendara Anda. Untuk itu, memahami tegangan aki motor normal sangat penting untuk menghindari drama motor mogok mendadak di jalan.
Karena perannya begitu penting bagi sistem kelistrikan motor, maka jangan sekali-kali mengabaikan kesehatan aki. Artikel ini akan mengulas tuntas standar voltase, cara melakukan pengecekan, hingga tips menjaga aki agar awet.
Banyak pengguna motor yang belum paham, sebenarnya sih berapa angka voltase yang ideal? Secara teknis, idealnya saat kunci kontak diputar ke posisi ON, tegangan aki motor Anda harus berada di angka 12,4 atau 12,5 volt.
Angka ini merupakan tanda bahwa aki motor dalam kondisi sehat dan siap menyuplai daya ke sistem kelistrikan. Jika angkanya jauh lebih rendah (bahkan menyentuh kisaran 11 volt) maka aki sudah dinyatakan drop.
Perlu diketahui, ketika mesin motor dinyalakan tegangan aki akan mengalami kenaikan karena ada pengisian. Saat mesin berada dalam kondisi idle atau stasioner, voltase aki motor yang normal biasanya naik ke angka sekitar 14,2 volt.
Pengecekan rutin sangat penting untuk menjaga performa dinamo starter motor. Jika tegangan aki drop, nilai CCA atau Cold Cranking Amps akan menurun drastis, padahal dinamo starter membutuhkan CCA tinggi untuk memutar mesin.
Motor yang tegangan akinya drop, mesinnya akan sulit untuk dihidupkan. Pada kondisi ini, Anda akan merasa beruntung jika motor masih memiliki fitur starter engkol. Masalahnya, kebanyakan motor matic modern kini sudah tidak lagi menyematkan fitur tersebut.
Baca juga: Aki Motor Ngedrop Meski Masih Baru? Ini Penyebab dan Solusinya
Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu memanfaatkan fitur voltmeter pada speedometer motor (jika tersedia) untuk memantau voltase. Jika tidak ada, Anda bisa melakukan pengecekan manual saat servis di bengkel agar masalah kelistrikan tidak merembet ke mana-mana.
Anda bisa melakukan pengecekan sendiri di rumah dengan menggunakan alat bernama multimeter atau multi tester. Alat ini sangat akurat untuk mengetahui kesehatan aki motor Anda.
Berikut langkah-langkah melakukan pengecekan tegangan aki menggunakan multimeter:
- Siapkan multimeter digital dan atur ke mode DC Voltage (V–).
- Pastikan mesin dalam keadaan mati untuk hasil pengukuran yang akurat.
- Hubungkan probe bermerah pada terminal positif (+) aki.
- Hubungkan probe berwarna hitam ke terminal negatif (–) aki.
- Anda bisa membaca angka tegangan aki motor yang tertera pada layar multimeter.
Jika angka di bawah 12 volt, segera lakukan pengisian daya aki atau recharge. Namun jika Anda mengabaikan aki dengan tegangan rendah, maka hanya mempercepat kerusakan sel di dalamnya, sehingga aki akan lebih cepat soak meski masih baru.
Bagi Anda yang ingin tahu lebih mendalam tentang aki drop, baca artikel tentang: Ciri Aki Motor Soak yang Perlu Segera Dilakukan Penggantian.
Selain mengecek aki saat mesin mati, periksa juga sistem pengisian saat mesin hidup. Caranya, nyalakan mesin dan lampu utama, kemudian tahan putaran mesin antara 4.000 hingga 5.000 rpm atau setara dengan seperempat putaran gas.
Pengisian dikatakan normal jika tegangan berada di antara 14 hingga 15 volt. Jika kurang dari 14 volt atau justru melebihi 15 volt, berarti ada masalah pada sistem pengisian motor Anda.
Jika kondisi tegangan tidak normal, biasanya disebabkan oleh kerusakan pada komponen kiprok atau regulator. Jika dibiarkan, komponen kelistrikan lainnya bisa mengalami kerusakan serius karena arus yang tidak stabil.
Teknologi motor injeksi masa kini sangat bergantung pada suplai arus listrik yang stabil dari aki. Meski aki kering atau Maintenance Free didesain bebas perawatan, pengecekan berkala tetap wajib dilakukan setiap 2.000 km atau saat motor Anda servis rutin.
Namun jika Anda masih menggunakan aki basah, lakukan pengisian ulang aki setiap 3 bulan sekali agar arus listrik ke sensor maupun komponen kelistrikan tetap terjaga. Jika aki sudah menunjukkan gejala lemah yang tidak kunjung sembuh setelah di-cas, maka jangan memaksanya untuk terus digunakan.
Tegangan aki motor dianggap lemah jika berada di bawah 12 volt, karena kondisi ini akan membuat sistem starter sulit berfungsi.
Ya, tegangan 13 volt masih dikategorikan normal dan sehat untuk aki motor saat kondisi tanpa beban.
Ya, aki kering 12 volt bisa di-cas ulang selama kondisi sel internal di dalamnya masih sehat dan tidak mengalami kerusakan total atau korsleting permanen.
Durasi ideal untuk slow charging adalah 4–8 jam, sedangkan fast charging biasanya memerlukan waktu sekitar 1–2 jam.
Jika aki kendaraan Anda sudah tidak mencapai tegangan normal, segera ganti dengan komponen baru dan manfaatkan Promo Bulanan Astra Otoshop bulan ini. Anda bisa menikmati keuntungan Gratis Ongkir dengan menggunakan kode voucher.
Beralihlah ke aki berkualitas seperti GS Astra untuk menjamin sistem kelistrikan Anda. Dibuat dengan tingkat presisi tinggi, aki ini menjanjikan masa pakai yang jauh lebih panjang. Kualitasnya telah teruji dan terbukti dengan dominasinya yang terpasang pada tiga dari lima motor baru di Indonesia.
Dengan suku cadang orisinal dari Astra, performa motor Anda pasti akan selalu berada dalam kondisi prima. Jangan biarkan masalah kelistrikan menghambat mobilitas Anda sehari-hari.
Percayakan kebutuhan perawatan motor Anda pada AstraOtoshop.com, e-commerce resmi dari Astra yang sudah lama dipercaya masyarakat Indonesia. Selain aki, kami juga menyediakan berbagai kebutuhan otomotif lainnya mulai dari ban, oli, hingga komponen fast moving lainnya.
Jika Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut terkait kelistrikan motor atau spare part yang sesuai dengan tipe kendaraan Anda, silakan hubungi kami melalui telepon di nomor 1500725 atau chat melalui layanan WhatsApp. Yuk, periksa kendaraan Anda hari ini dan beli komponen aki terbaik hanya di Astra Otoshop!