Pahami jenis air aki mobil yang tepat untuk mobil Anda. Simak perbedaan air aki merah dan biru, fungsi, serta penggunaan yang benar!
Air aki merupakan salah satu komponen penting pada aki basah yang berfungsi mendukung proses kimia untuk menghasilkan energi listrik. Namun, tidak semua cairan aki memiliki fungsi yang sama. Di pasaran, Anda akan menemukan air aki dalam kemasan dengan warna berbeda, yang umumnya dikenal sebagai air aki merah (air zuur) dan air aki biru (air accu).
Perbedaan keduanya terletak pada kandungan cairan dan fungsi penggunaannya. Air aki merah memiliki kandungan elektrolit berupa asam sulfat dan umumnya digunakan saat pengisian awal aki baru, sedangkan air aki biru berupa air yang telah dimurnikan dan digunakan untuk menambah volume cairan elektrolit pada aki yang berkurang.
Karena memiliki fungsi yang berbeda, penggunaan air aki tidak boleh dilakukan sembarangan. Salah memilih jenis air aki dapat memengaruhi konsentrasi elektrolit dan bahkan berisiko mengurangi usia pakai aki.
Lantas, apa saja jenis air aki mobil dan apa perbedaan air aki merah dan biru? Simak penjelasannya berikut ini.
Bagi pemilik mobil dengan aki basah, air aki merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan. Namun, tidak semua air aki memiliki fungsi yang sama. Di pasaran, Anda umumnya akan menemukan air aki merah dan air aki biru yang digunakan untuk kebutuhan berbeda.
Secara umum, jenis air aki mobil dapat dibedakan menjadi:
Perbedaan fungsi keduanya penting dipahami karena penggunaan cairan yang tidak sesuai dapat memengaruhi konsentrasi elektrolit dan kondisi aki.
Baca Juga: Kenapa Air Aki Basah Cepat Habis? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Air aki merah umumnya dikenal sebagai air aki zuur. Cairan ini merupakan larutan elektrolit yang mengandung asam sulfat (H₂SO₄) dengan konsentrasi tertentu.
Air aki zuur digunakan terutama pada pengisian awal aki basah baru. Kandungan elektrolit di dalamnya dibutuhkan untuk memulai proses elektrokimia pada aki sehingga dapat menghasilkan dan menyimpan energi listrik.
Karena mengandung asam sulfat, air aki zuur bersifat korosif. Oleh karena itu, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati dan sebaiknya menggunakan sarung tangan serta menghindari kontak langsung dengan kulit maupun mata.
Fungsi utama air aki merah:
Penting: Air aki zuur bukan untuk sekadar menambah volume air aki yang berkurang pada aki yang sudah digunakan. Menambahkan cairan asam secara sembarangan dapat meningkatkan konsentrasi elektrolit dan berpotensi mempercepat kerusakan komponen di dalam aki.
Jenis berikutnya adalah air aki biru, yang sering disebut sebagai air accu atau air aki biasa.
Cairan ini pada dasarnya merupakan air yang telah melalui proses pemurnian sehingga kandungan mineralnya sangat rendah. Air aki biru digunakan untuk menambah volume cairan pada aki basah ketika level elektrolit berkurang akibat penguapan.
Berbeda dengan air aki zuur, air aki biru tidak ditujukan untuk meningkatkan konsentrasi asam pada aki. Karena itu, cairan ini lebih tepat digunakan sebagai cairan penambah atau pengisi ulang pada aki basah yang sudah digunakan.
Fungsi utama air aki biru:
Saat mengisi air aki, jangan sampai melewati batas upper level yang tertera pada casing aki.
Selain istilah air aki merah dan biru, Anda mungkin juga menemukan istilah air demineral. Cairan ini merupakan air yang telah melalui proses penghilangan mineral atau ion tertentu.
Dalam penggunaannya pada aki basah, air dengan kandungan mineral rendah dibutuhkan untuk menggantikan cairan yang hilang akibat penguapan tanpa menambahkan konsentrasi asam secara berlebihan.
Karena itu, saat memilih cairan untuk menambah volume aki basah, pastikan produk memang ditujukan untuk kebutuhan tersebut.
Agar tidak salah saat melakukan perawatan aki, berikut perbedaan air aki merah dan biru yang perlu Anda pahami.
| Perbedaan | Air Aki Merah | Air Aki Biru |
|---|---|---|
| Nama umum | Air aki zuur | Air accu/air aki biasa |
| Kandungan utama | Larutan asam sulfat | Air dengan kandungan mineral sangat rendah |
| Fungsi | Elektrolit untuk pengisian awal aki basah | Menambah volume cairan aki |
| Penggunaan utama | Aki basah baru | Aki basah yang cairannya berkurang |
| Untuk menambah air aki? | Tidak | Ya |
| Sifat | Bersifat asam dan korosif | Tidak ditujukan untuk meningkatkan kadar asam |
Air aki botol merah biasa disebut dengan istilah air aki zuur. Cairan jenis ini memiliki kandungan elektrolit sangat pekat yang sifatnya tajam sekaligus cukup korosif.
Karakteristik korosif tersebut membuatnya tergolong sebagai cairan yang berbahaya jika terkena kulit. Maka, selalu gunakan sarung tangan atau alat pelindung pelengkap saat Anda menuangkan cairan merah ini.
Sebaliknya, cairan yang dikemas dalam botol biru lebih dikenal sebagai air accu biasa. Jenis air aki mobil jenis ini telah melewati serangkaian proses penyulingan industri yang mutakhir.
Selain itu, adanya tahapan demineralisasi menjadikan air aki biru jauh lebih aman. Cairan ini tidak akan melukai kulit Anda jika tidak sengaja tumpah saat melakukan pengisian.
Perbedaan penting selanjutnya ada pada tingkat konsentrasi kandungan asam. Cairan berlabel merah mengandung larutan asam sulfat konsentrat (H2SO4) yang formulasinya sangat kuat.
Kandungan senyawa kimia tersebut sengaja dibuat pekat untuk mendukung kinerja kelistrikan tingkat tinggi. Di sisi lain, air accu berbotol biru memiliki tingkat keasaman yang jauh lebih rendah.
Penurunan tingkat keasaman ini terjadi karena mineral-mineral reaktif di dalamnya telah dihilangkan. Proses penyulingan di pabrik juga memastikan cairan biru bersifat netral bagi komponen sel di dalam aki. Tingkat kandungan asam yang bertolak belakang ini sangat memengaruhi daya hantar listrik.
Memahami waktu pemakaian kedua jenis air aki ini sangatlah penting. Air zuur botol merah idealnya hanya dipakai saat Anda mengisi air aki mobil dengan kondisi baru.
Air aki merah juga wajib dituang ketika kondisi sel aki benar-benar terkuras kosong. Proses kimiawi pembentukan daya listrik akan langsung berjalan sejak pengisian pertama.
Sementara itu, air accu botol biru memiliki kegunaan yang jauh berbeda. Cairan penyulingan ini murni digunakan untuk menambah volume aki yang levelnya mulai berkurang.
Penambahan cairan kemasan biru tidak akan pernah mengubah kepadatan massa jenis elektrolit. Untuk itu, jangan pernah menggunakan botol merah untuk sekadar menambah volume air aki yang sedikit berkurang. Kesalahan fatal dalam pengisian bisa langsung merusak kadar ideal elektrolit aki bawaan pabrik. Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda tidak akan keliru memilih cairan saat melakukan perawatan aki mobil.
Penggunaan kedua jenis air aki sebaiknya disesuaikan dengan kondisi aki.
Air aki zuur umumnya digunakan ketika mengisi elektrolit pada aki basah baru sesuai petunjuk pengisian dari produsen.
Setelah elektrolit dimasukkan, aki perlu melalui proses pengisian sesuai prosedur agar dapat digunakan dengan optimal.
Air aki biru digunakan ketika level cairan aki basah berkurang, misalnya akibat penguapan selama pemakaian.
Sebelum menambah air aki, periksa indikator level pada casing aki. Jika berada di bawah batas yang dianjurkan, tambahkan air aki secukupnya hingga mencapai level yang sesuai.
Salah memilih jenis air aki mobil dapat membuat perawatan aki justru menjadi masalah. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan air aki zuur untuk menggantikan cairan yang berkurang pada aki yang sudah digunakan.
Padahal, ketika cairan aki berkurang karena penguapan, yang terutama hilang adalah airnya. Menambahkan kembali cairan yang mengandung asam sulfat dapat membuat konsentrasi elektrolit menjadi terlalu tinggi.
Sebaliknya, air aki biasa atau air demineral digunakan untuk membantu mengembalikan level cairan tanpa menambahkan asam secara berlebihan.
Karena itu, jangan menggunakan air aki merah untuk sekadar menambah volume cairan aki yang berkurang.
Jika mobil menggunakan aki basah, lakukan pengecekan level cairan secara berkala. Berikut langkah sederhananya:
Jika kondisi aki sudah sering kekurangan cairan, cepat tekor, atau mobil sulit distarter, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi aki dan sistem pengisian kendaraan.
Secara umum, jenis air aki yang sering ditemui adalah air aki zuur atau merah dan air accu atau air aki biru. Air zuur digunakan sebagai elektrolit pada pengisian awal aki basah, sedangkan air aki biru digunakan untuk menambah volume cairan aki yang berkurang.
Perbedaan utamanya terdapat pada kandungan dan fungsi. Air aki merah mengandung larutan asam sulfat dan digunakan sebagai elektrolit, sedangkan air aki biru memiliki kandungan mineral sangat rendah dan digunakan untuk menambah cairan aki basah.
Air aki biru digunakan untuk menambah volume cairan elektrolit pada aki basah yang berkurang akibat penguapan.
Tidak disarankan. Air zuur mengandung asam sulfat sehingga penggunaannya untuk sekadar menambah cairan aki dapat mengubah konsentrasi elektrolit. Untuk pengisian ulang cairan yang berkurang, gunakan air aki yang memang diperuntukkan sebagai air penambah.
Tidak. Aki basah membutuhkan pemeriksaan dan penambahan cairan secara berkala. Sementara itu, aki maintenance free (MF) atau jenis aki lain yang tidak dirancang untuk ditambah cairannya tidak perlu diisi menggunakan air aki.
Memahami jenis air aki mobil penting terutama bagi Anda yang masih menggunakan aki basah. Namun, jika ingin mengurangi kebutuhan perawatan dan pengecekan cairan secara rutin, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan aki dengan teknologi yang lebih minim perawatan.
Salah satunya adalah Aki GS Astra Calcium. Teknologi kalsium pada aki membantu mengurangi penguapan elektrolit sehingga kebutuhan perawatan dapat lebih minim dibandingkan aki basah konvensional.
Selain aki, AstraOtoshop.com juga menyediakan berbagai kebutuhan perawatan mobil dan motor, mulai dari aki mobil, ban mobil, hingga oli mobil.
Pastikan memilih produk sesuai spesifikasi kendaraan agar performa dan sistem kelistrikan mobil tetap optimal.