Pahami arti kode SAE oli dan standar JASO pada oli mesin agar tidak salah memilih pelumas sesuai spesifikasi kendaraan. Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Saat memilih oli mesin, Anda mungkin sering melihat kode seperti SAE 0W-20, 5W-30, atau label JASO MA2 pada kemasannya.
Namun, tahukah Anda bahwa setiap kode tersebut memiliki arti penting yang berkaitan dengan karakteristik dan performa oli? Dengan memahami kode SAE dan JASO, Anda dapat memilih oli yang sesuai dengan kebutuhan mesin sekaligus mengikuti rekomendasi pabrikan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Kode SAE merupakan standar klasifikasi viskositas oli yang ditetapkan oleh Society of Automotive Engineers (SAE). Standar ini digunakan secara global untuk menunjukkan tingkat kekentalan oli mesin pada kondisi suhu tertentu, sehingga produsen kendaraan dan produsen oli memiliki acuan yang sama dalam menentukan spesifikasi pelumas. (Sumber: https://www.api.org/-/media/files/certification/engine-oil-diesel/publications/api%201509-%2021st%20edition%20annex%20f.pdf)
Pemilihan spesifikasi pelumas yang tepat menjadi kunci utama dalam mempraktikkan cara merawat mesin motor agar tetap halus. Kode SAE membantu memastikan oli mampu:
Lalu, kode SAE bukan menunjukkan kualitas oli, melainkan hanya menggambarkan karakteristik kekentalannya. Kualitas oli ditentukan oleh standar lain, seperti API, ACEA, maupun JASO.
Untuk memahami klasifikasi pelumas secara menyeluruh, Anda juga perlu ketahui kode jenis-jenis oli mesin dan waktu penggunaannya agar tidak keliru membedakan oli mineral dan sintetis.
(Sumber: https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/motor-oil)
Memahami kode SAE sebenarnya cukup mudah. Sebagai contoh, pada oli bertuliskan SAE 5W-30, terdapat dua informasi penting yang menunjukkan perilaku oli pada suhu dingin dan suhu kerja mesin.
Huruf "W" merupakan singkatan dari Winter. Huruf ini menunjukkan kemampuan oli untuk tetap mengalir pada suhu rendah atau saat mesin pertama kali dinyalakan (cold start).
Semakin kecil angka sebelum huruf W, semakin mudah oli bersirkulasi ketika mesin masih dingin. Hal ini membantu mempercepat pelumasan komponen mesin pada saat start sehingga dapat mengurangi gesekan yang terjadi di awal pengoperasian.
Beberapa contoh kode yang umum dijumpai antara lain:
(Sumber: https://lubricants.totalenergies.com/faq/oil-viscosity/what-are-oil-grades)
Angka setelah huruf W menunjukkan tingkat viskositas oli ketika mesin telah mencapai suhu kerja, yaitu sekitar 100°C sesuai standar SAE. Semakin besar angkanya, semakin kental oli pada temperatur tinggi sehingga lapisan pelumas yang terbentuk juga lebih tebal.
(Sumber: https://www.api.org/-/media/files/certification/engine-oil-diesel/publications/api%201509-%2021st%20edition%20annex%20f.pdf)
Contohnya:
| Kode SAE | Arti Singkat | Umum Digunakan |
| 0W-20 | Sangat encer saat dingin dan tetap stabil pada suhu kerja | Mobil modern, hybrid |
| 5W-30 | Seimbang antara cold start dan perlindungan mesin | City car, MPV |
| 5W-40 | Memberikan perlindungan lebih baik pada suhu tinggi | Mobil turbo dan performa tinggi |
| 10W-40 | Lebih kental pada suhu kerja | Mesin dengan usia pakai lebih lama atau kondisi kerja yang lebih berat |
Baca Juga: Harga Motor Aerox Bekas 2026 dan Semua Tahun, Cek Panduan Jual Beli!
JASO (Japanese Automotive Standards Organization) adalah standar yang dikembangkan di Jepang untuk menguji performa oli, khususnya oli mesin sepeda motor.
Berbeda dengan SAE yang hanya mengatur tingkat viskositas, JASO mengevaluasi karakteristik oli, termasuk kemampuan pelumasan dan performanya terhadap sistem kopling.
Secara sederhana, perbedaannya adalah:
JASO MA ditujukan untuk sepeda motor empat langkah dengan kopling basah (wet clutch). Oli dengan standar ini tidak menggunakan friction modifier berlebihan sehingga kopling tetap mencengkeram dengan baik.
Umumnya digunakan pada:
JASO MA2 merupakan pengembangan dari JASO MA dengan standar gesekan kopling yang lebih tinggi. Standar ini membantu menghasilkan perpindahan tenaga yang lebih optimal dan mengurangi risiko kopling selip.
Banyak direkomendasikan untuk:
JASO MB dirancang khusus untuk motor matik (CVT). Oli ini mengandung friction modifier untuk membantu mengurangi gesekan internal sehingga mendukung efisiensi kerja mesin. Bagi Anda pengguna skuter otomatis, Anda dapat melihat rekomendasi oli mesin motor matic harian yang sudah mengusung sertifikasi JASO MB terbaik.
(Sumber: https://www.jalos.or.jp/onfile/pdf/4T_EV1105.pdf)
| SAE | JASO |
| Mengukur viskositas oli | Mengukur performa oli |
| Berlaku sebagai standar internasional | Banyak digunakan pada sepeda motor, terutama merek Jepang |
| Contoh: 5W-30 | Contoh: MA2 |
| Menentukan tingkat kekentalan oli | Menentukan kecocokan oli dengan sistem kopling |
Ya. Seiring berkembangnya teknologi mesin, standar oli juga terus diperbarui agar mampu memenuhi kebutuhan kendaraan modern yang semakin kompleks.
Beberapa perkembangan terbaru meliputi:
Meski standar terus berkembang, pemilik kendaraan tetap disarankan menggunakan oli dengan spesifikasi SAE, API, maupun JASO yang direkomendasikan pada buku manual kendaraan agar performa mesin tetap optimal.
Jika sudah menemukan spesifikasi yang pas, Anda bisa langsung mengunjungi katalog oli mesin berkualitas di AstraOtoshop untuk mendapatkan produk pelumas original dan bergaransi resmi.
Baca Juga: Cara Cek Plat Nomor Kendaraan Online 2026: Pajak, Pemilik & e-Samsat
Tidak selalu. Keduanya memiliki karakteristik viskositas yang berbeda. Pilihan terbaik adalah mengikuti spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan.
Tidak disarankan. Oli JASO MA dirancang untuk motor dengan kopling basah (wet clutch), sedangkan motor matik umumnya menggunakan oli berstandar JASO MB.
Kode 0W-20 menunjukkan bahwa oli memiliki viskositas sangat rendah saat mesin dingin sehingga cepat bersirkulasi saat cold start, serta memiliki viskositas SAE 20 ketika mesin telah mencapai suhu kerja.
Tidak. SAE hanya menunjukkan tingkat viskositas oli. Untuk mengetahui standar performanya, perhatikan juga sertifikasi seperti API, ACEA, atau JASO.
Cara paling mudah adalah melihat buku manual kendaraan atau stiker spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan. Menggunakan viskositas yang sesuai membantu menjaga performa dan umur pakai mesin.
Memahami kode SAE oli dan standar JASO dapat membantu Anda memilih pelumas yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. SAE menunjukkan tingkat viskositas oli, sedangkan JASO menjelaskan karakteristik performa, khususnya untuk kebutuhan mesin dan sistem kopling pada sepeda motor.
Menggunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan membuat performa mesin dapat tetap terjaga sekaligus membantu memperpanjang usia komponen.
Kunjungi AstraOtoshop.com untuk belanja Ban, Oli, Aki, Shockbreaker dan Sparepart Terbaik Dengan Kualitas ASTRA.
Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi Kami melalui nomor telepon 1500725 atau via WhatsApp.