Jika oli shock motor tidak pernah diganti, komponen suspensi bisa rusak parah. Kenali tanda dan dampaknya bagi kenyamanan berkendara Anda di sini!
Anda merasakan suspensi motor terasa keras dan tidak nyaman saat melewati jalan berlubang? Kondisi ini ternyata sering terjadi jika oli shock motor tidak pernah diganti dalam waktu lama.
Banyak pengendara yang menyepelekan perawatan pada komponen shockbreaker. Padahal, mengabaikan pelumas suspensi bisa memicu kerusakan lainnya pada motor dan membahayakan keselamatan Anda di jalan.
Salah satu gejala yang paling umum dirasakan adalah munculnya suara bunyi jedug pada area depan. Suara tidak wajar ini terjadi karena tingkat kekentalan cairan oli di dalam tabung shock sudah menurun jauh.
Selain suara kasar, bantingan suspensi biasanya akan terasa sangat mengayun atau bahkan amblas saat Anda duduki. Hal ini menandakan daya pegas hidrolik sudah tidak mampu menahan beban sehingga motor tidak cepat kembali ke posisi semula.
Penyebab shockbreaker motor keras juga ada hubungannya dengan oli yang sudah mengalami penurunan performa. Oli dalam tabung shockbreaker merupakan pelumas dan peredam gerakan piston, jika habis atau kotor maka akan membuat sokbreker terasa kaku.
Kondisi sepeda motor juga akan terasa tidak stabil dan rentan oleng. Anda akan merasa kesulitan mengendalikan kemudi kendaraan, terutama saat sedang bermanuver tajam atau melewati jalanan yang tidak rata.
Ciri fisik lain yang mudah terlihat adalah adanya oli yang merembes atau bocor di sekitar seal shockbreaker. Kebocoran ini menandakan bahwa tekanan hidrolik di dalam komponen peredam kejut sudah tidak optimal.
Apabila Anda menemukan tanda-tanda tersebut, maka segera lakukan pengecekan komponen kaki-kaki.
Dampak yang paling terasa adalah penurunan kinerja redaman shockbreaker secara drastis. Guncangan keras akan langsung terasa hingga setang kemudi yang membuat perjalanan Anda terasa sangat melelahkan dan sama sekali tidak nyaman.
Oli shockbreaker yang habis juga akan membuat komponen bagian dalam bergesekan langsung tanpa adanya pelindung. Gesekan logam yang terus-menerus ini dapat mempercepat keausan serta merusak bagian as maupun tabung shockbreaker motor.
Risiko keselamatan juga meningkat karena sistem pengereman dapat ikut terdampak akibat kebocoran oli shockbreaker. Tetesan pelumas yang mengenai rem cakram atau kampas rem membuat permukaannya menjadi licin dan kehilangan daya cengkram.
Selain itu, kotoran serta debu jalanan akan mudah menempel pada sisa rembesan pelumas tersebut. Penumpukan kotoran basah ini akan memicu timbulnya korosi atau karat pada komponen logam di area roda depan.
Jika terus dibiarkan rusak, Anda tentu harus mengeluarkan biaya perbaikan yang membengkak. Anda mungkin terpaksa mengganti seluruh komponen suspensi karena komponennya sudah tidak bisa diselamatkan.
Bagi Anda yang berniat melakukan penggantian komponen suspensi, baca selengkapnya artikel: Rekomendasi Shockbreaker Motor Terbaik.
Masa pakai ideal penggantian oli shockbreaker pada motor umumnya setiap kelipatan jarak tempuh 10.000 hingga 15.000 kilometer. Secara umum, mekanik akan merekomendasikan penggantian cairan ini secara berkala setiap satu hingga dua tahun sekali.
Meskipun demikian, untuk pemakaian motor normal dengan rute perkotaan yang rata akan sangat memungkinkan komponen shockbreaker dapat bertahan hingga tiga tahun atau lebih.
Namun, batas waktu tersebut bisa menjadi lebih singkat tergantung pada kondisi rute yang dilalui. Jika Anda sering melintasi jalanan rusak atau membawa beban berat maka oli shockbreaker akan lebih sering diganti.
Proses penggantian oli shockbreaker motor sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Langkah pertama adalah pastikan area penyangga roda depan dibersihkan dari debu dan kotoran sebelum proses pembongkaran.
Buka saluran pembuangan lalu keluarkan seluruh cairan oli lama tanpa menyisakan endapan. Pastikan tabung benar-benar kosong agar cairan baru tidak kotor karena bercampur dengan sisa gram logam oli lama.
Gunakan alat bantu suntik untuk mengisi cairan pelumas baru sesuai takaran spesifikasi dari pabrik. Terakhir, lakukan bleeding dengan memompa tuas perlahan agar tidak ada udara yang terperangkap di dalam ruang hidrolik.
Ya, oli shock wajib diganti secara rutin agar performa peredamanan tetap maksimal. Perawatan ini penting untuk mencegah kerusakan fatal pada komponen suspensi.
Tanda utamanya bantingan terasa terlalu keras, suspensi mengayun, dan munculnya suara benturan. Rembesan oli di area tabung penyangga juga menjadi tanda jelas adanya masalah.
Ciri yang paling umum adalah suspensi terasa sangat empuk atau memantul secara berlebihan. Motor juga akan sering mengalami benturan keras saat melewati area jalanan yang rusak.
Suara kasar tersebut biasanya disebabkan oleh volume cairan oli yang sudah habis atau bocor. Berkurangnya pelumas membuat fungsi redaman hilang sehingga komponen logam di dalamnya saling berbenturan keras.
Kenyamanan dan keamanan berkendara tentu sangat bergantung pada performa suspensi. Jika shockbreaker perlu diganti baru, rekomendasi terbaik adalah merk Kayaba yang dibuat dengan presisi tinggi dan teknologi terbaru.
Semua lini shockbreaker Kayaba mampu meredam jalanan berlubang maupun bergelombang secara maksimal. Selain itu, juga terdapat berbagai pilihan warna menarik yang membuat motor Anda semakin bergaya.
Selain shock breaker, kami juga menyediakan berbagai sparepart motor lainnya seperti ban, aki, hingga oli mesin. Percayakan kebutuhan motor Anda pada AstraOtoshop.com, e-commerce resmi dari Astra yang sudah lama dipercaya masyarakat Indonesia.
Dapatkan jaminan kualitas orisinal sekarang juga! Untuk konsultasi terkait kebutuhan suku cadang motor Anda, silakan hubungi kami melalui telepon di nomor 1500725 atau chat kami via WhatsApp.